Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
LAPORAN  OBSERVASI GEOLOGI KARANGSAMBUNG                        KEBUMEN                          Disusun oleh :           ...
DAFTAR ISIJudul      ........................................................................................................
KATA PENGANTAR        Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya,akhirnya kami dapat me...
Geologi Karangsambung |1                                        BAB I                                PENDAHULUAN1.1 LATAR ...
Geologi Karangsambung |21.2 RUMUSAN MASALAH   Berdasarkan latar belakang, penulis merumuskan masalah sebagai berikut   1. ...
Geologi Karangsambung |3                                      BAB II                                         ISI2.1 GEOLOG...
Geologi Karangsambung |4pada sekitar zaman Paleogene (Eocene; 57,8 - 36,6 juta tahun yang lalu). Oleh karenaitu di sini te...
Geologi Karangsambung |5        Pada gambar di atas terlihat bahwa jalur subduksi pada zaman Late Cretaceusmelintasi Karan...
Geologi Karangsambung |6 suatu matrik sedimen. Hal ini disebabkan oleh terjadinya suatu sedimentasi yang bersamaan dengan ...
Geologi Karangsambung |7          Gambar 3. Peta bentukan morfologi Karangsambung        Selain itu juga terdapat morfolog...
Geologi Karangsambung |8menunjukkan bahwa sebenarnya mengikuti bentuk antiklin Karangsambung yangsumbunya menunjam ketimur...
Geologi Karangsambung |9             Gambar 4. Amphiteater (pembalikan topografi)c) Di bagian utara sampai selatan merupak...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 10                                     Gambar 5. Antiklin    3. Satuan Perbukita...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 11         Secara garis besar daerah Karangsambung diurutkan berdasarkan umurdar...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 12Gambar 7. Peta Geologi wilayah Karangsambung (Asikin et al., 1992)
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 131. KOMPLEKS MELANGE LUK ULO / FORMASI LUK ULO            Luk Ulo merupakan for...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 14 Oligosen (36-25 juta tahun), yang didasarkan pada keberadaan Globoquadrina pr...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 15      Gambar 8. Cross-section penampang stratigrafi formasi Karangsambung2.1.3...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 16                      Tabel 1. Litologi daerah KarangsambungNo        Lokasi  ...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 17rijang (Chert). Pada kondisi cekungan muka daratan, ditemukan batuan sedimenya...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 18               Tidak jauh dari lokasi batu rijang-                gamping mer...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 193. Tepian Kali Luk Ulo /    Terdapat        singkapan        batuan      fili...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 20                                           plagioklas, zeolt dan piroksenA. LO...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 21    b) Sedimentasi di dasar laut dalam (lebih dari 4000m). Contohnya Rijang   ...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 22           artinya Rijang tidak bereaksi dengan asam                Jadi, sal...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 23   kedua menjadi batu serpentinite, dan terakhir muncul ke luar perut bumi dis...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 24dengan diabas di sekitar Kali Jebug dan kenampakan struktur lava bantal diWatu...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 25                                     BAB III                                  ...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 26DAFTAR PUSTAKANur Mustofa, Arief.2011.Kajian Geologi Lingkungan pada Lokasi Pe...
G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 27LAMPIRAN    Lokasi Kali Muncar    Lokasi Pucangan    Lokasi Kali Luk Ulo / ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Laporan fieldtrip karsam

7,543 views

Published on

  • Best dissertation help you can get, thank god a friend suggested me ⇒⇒⇒WRITE-MY-PAPER.net ⇐⇐⇐ otherwise I could have never completed my dissertation on time.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Dating direct: ❶❶❶ http://bit.ly/36cXjBY ❶❶❶
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • How to improve brain memory power naturally? Boost your brainpower with brain pill now... ▲▲▲ https://bit.ly/2GEWG9T
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • How can I improve my memory book? How can I improve my memory recall? visit to learn...♣♣♣ https://bit.ly/2GEWG9T
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Laporan fieldtrip karsam

  1. 1. LAPORAN OBSERVASI GEOLOGI KARANGSAMBUNG KEBUMEN Disusun oleh : Pradana Adi Wibowo 4211410001 Fisika S1 Guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Geologi Fisika JURUSAN FISIKAFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
  2. 2. DAFTAR ISIJudul .............................................................................................................. iKata pengantar ........................................................................................................ iiDaftar isi .............................................................................................................. iii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1 1.1 LATAR BELAKANG .......... 1 1.2 RUMUSAN MASALAH .......... 2 1.3 TUJUAN ............................................................................................... 2 1.4 MANFAAT ........................................................................................... 2 BAB II ISI ........................................................................ 3 2.1 GEOLOGI KARANGSAMBUNG....................................................... 3 2.1.1 MORFOLOGI DAERAH KARANG SAMBUNG ................. 6 2.1.2 STRATIGRAFI DAERAH KARANG SAMBUNG ............... 10 2.1.3 LITOLOGI DAERAH KARANG SAMBUNG ...................... 15BAB IIIPENUTUP ........................................................................ 25 3.1 KESIMPULAN ..................................................................................... 25DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 26LAMPIRAN iii
  3. 3. KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya,akhirnya kami dapat menyelesaikan Laporan Kuliah Lapangan Pegantar Geologi Fisika.Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu tugas dalam mata kuliah Pengantar GeologiFisika bagi mahasiswa KBK Fisika Bumi Universita Negeri Semarang. Bagi Kami, selain ilmu fisika, juga ada ilmu lain yang harus dipelajari yaitu ilmuGeologi. Ilmu geologi sangat berguna bagi Kami mengingat masih lemahnya ilmu tentangGeologi. Ilmu Geologi ini banyak bermanfaat pada penginterpretasian data lapangan hasilmetode Geofisika. Dalam penyusunan laporan ini penyusun mendapat bantuan dan bimbingan dariberbagai pihak sehingga semuanya dapat berjalan lancar. Untuk itu kami mengucapkanterima kasih, kepada : 1. Bapak Dr. Sunyoto Eko Nugroho, M.Si. selaku dosen pengampu mata kuliah tersebut. 2. Kakak-kakak asisten Geologi yang telah banyak membantu selama berjalannya kuliah lapangan sampai penulisan laporan. 3. Rekan-rekan yang telah banyak membantu dalam kuliah lapangan ini. Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaanlaporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya mahasiswaJurusan Fisika.Semarang, Januari 2013 Penyusun ii
  4. 4. Geologi Karangsambung |1 BAB I PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANG Pada tahun 1999 IKIP Semarang ditingkatkan statusnya menjadi Universitas Negeri Semarang (UNNES), disertai dengan berubahnya nama Jurusan Pendidikan Fisika menjadi Jurusan Fisika dengan nama fakultasnya berubah dari Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) menjadi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Selanjutnya Jurusan Fisika mendapat perluasan mandat selain menyelenggarakan program kependidikan juga menyelenggarakan program nonkependidikan, sehingga Jurusan Fisika mengelola dua program studi yaitu Program studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika. Di dalam Program Studi Fisika terdapat kelompok bidang keilmuan (KBK) yaitu KBK Material, KBK Elektronika dan Instrumentasi, KBK Medik dan KBK Fisika Bumi. Masing-masing KBK mempunyai bidang sendiri-sendiri. KBK Fisika Bumi mempelajari tentang pengaplikasian hukum-hukum fisika dalam ilmu kebumian. Jadi, selain ilmu Fisika, dalam KBK Fisika Bumi juga perlu pengetahuan ilmu kebumian / Geologi. Bagi mahasiswa KBK Fisika Bumi, sebelum mengambil data di suatu wilayah, perlu adanya pengetahuan tentang geologi daerah tersebut seperti stratigrafi, litologi dan morfologi. Hasil dari data geologi dapat membantu dalam menginterpretasikan data yang diperoleh dari metode geofisika. Oleh sebab itulah ilmu geologi diperlukan bagi mahasiswa yang mengambil KBK Fisika Bumi agar lebih percaya dalam menginterpretasikan data geofisika. Untuk menunjang pengetahuan tentang ilmu Geologi, maka diadakanlah Kuliah Lapangan. Dengan adanya Kuliah Lapangan di daerah Karangsambung, dapat meningkatkan ilmu geologi bagi mahasiswa. Jadi selain ilmu fisika, ilmu yang perlu dipelajari bagi mahasiswa KBK Fisika Bumi adalah ilmu geologi. Ilmu geologi kurang berbobot bagi mahasiswa apabila hanya diisi dengan materi di dalam kelas perkuliahan. Kuliah lapangan ini dilakukan di daearah Karangsambung yang terkenal dengan berbagai jenis batuannya. Daerah Karangsambung merupakan daerah yang unik keadaan geologinya, mulai dari morfologinya, stratigafinya dan litologinya sehingga sering dijadikan sebagai objek pembelajaran geologi.
  5. 5. Geologi Karangsambung |21.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang, penulis merumuskan masalah sebagai berikut 1. Bagaimana keadaan geologi daerah Karangsambung dilihat dari segi stratigrafi, litologi dan morfologi. 2. Batuan apa saja yang ada di daerah Karangsambung.1.3 TUJUAN Tujuan dari kuliah lapangan ini adalah sebagai berikut 1. Untuk mengetahui keadaan geologi daerah Karangsambung dilihat dari segi morfologi, stratigrafi dan litologi. 2. Untuk mengidentifikasi batuan didaerah Karangsambung.1.4 MANFAAT Manfaat yang diperoleh dari kuliah lapangan ini adalah sebagai berikut 1. Dapat mempelajari dan menambah ilmu geologi bagi mahasiswa KBK Fisika Bumi. 2. Dapat mengenali dan mengidentifikasi jenis-jenis batuan.
  6. 6. Geologi Karangsambung |3 BAB II ISI2.1 GEOLOGI KARANGSAMBUNG Daerah Karangsambung berada di Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia. Batas wilayah di sebelah utara daerah ini adalah dengan wilayah Banjarnegara, di timur berbatasan dengan wilayah Wadaslintang, di sebelah selatan berbatasan dengan wilayah Kebumen dan di sebelah barat berbatasan dengan daerah Gombong. Secara geografis, daerah Karangsambung mempunyai koordinat 109o 37’ 30” – 109o 45’ 00” BT dan 7o 30’ 00” - 7o 37’ 30” LS. Gambar 1. Peta dan b batas wilayah cagar alam Karangsambung Daerah Karangsambung oleh para ahli geologi sering disebut sebagai lapangan terlengkap di dunia. Karangsambung merupakan jeja jejak-jejak tumbukan dua lempeng bumi yang terjadi 117 juta tahun – 60 juta tahun. Ia juga merupakan pertemuan lempeng Asia dengan lempeng Hindia. Ia merupakan saksi dari peristiwa subduksi pada usia yang sangat tua yaitu pada zaman Pra Tersier. Di daerah ini terjadi proses subduksi Pra-Tersier.
  7. 7. Geologi Karangsambung |4pada sekitar zaman Paleogene (Eocene; 57,8 - 36,6 juta tahun yang lalu). Oleh karenaitu di sini terekam jejak-jejak proses paleosubduksi yang dipresentasikan olehsingkapan-singkapan (outcrop) batuan dengan usia tua dan merupakan karakteristikdari komponen lempeng samudera. Karangsambung adalah tempat singkapan terbesarbatuan-batuan dari zaman Pre-Tersier yang disebut dengan Luk Ulo Melange Complex,suatu melange yang berhubungan dengan subduksi pada zaman Crateceous (145.5 ± 4.0hingga 65.5 ± 0.3 juta tahunyang lalu). Luk Ulo Melange Complex merupakan lapisanPra-Tersier tertua yang umurnya diperkirakan sudah 117 juta tahun. Daerah Karangsambung mempunyai ciri khas geologi yang sangat menarik.Kondisi geologi yang komplek pada karangsambung terbaentuk karena pada daerahKarangsambung merupakan zona meratus, yaitu daerah pertemuan antara lempeng(subduksi) yang terangkat. Berdasarkan teori tektonik lempeng, diketahui bahwa di Indonesia bagiantengah terjadi beberapa kali proses subduksi pada zaman yang berbeda-beda. DaerahKarangsambung merupakan daerah yang dilalui jalur subduksi ini dan merekam palingbanyak petunjuk yang berhubungagan dengan proses ini berupa singkapan batuanberusia tua, batuan dari dasar samudera dan campuran berbagai jenis batuan danendapan (melange) yang merupakan ciri khas utama proses subduksi. Oleh karena itudisini terdapat banyak jenis batuan dari sumber yang berbeda-beda dengan distribusiyang tidak beraturan sehingga sulit untuk dipetakan. Gambar 2. Kompleks subduksi purba yang melewati Indonesia
  8. 8. Geologi Karangsambung |5 Pada gambar di atas terlihat bahwa jalur subduksi pada zaman Late Cretaceusmelintasi Karangsambung dan singkapan batuan dari zaman Pre-Tersier terdapat dibeberapa tempat seperti di Ciletuh, Karangsambung dan Bayah. Perkembangan tektonikdidaerah ini diduga akibat tumbukan lempeng Hindia-Australia dengan lempeng BenuaAsia sejak Late Cretaceus (Kapur Akhir ; 85 juta tahun ) atau Early Tertier (TersierAwal ; 65,5 juta tahun), disusul kemudian oleh pelipatan dan pensesaran dasar samuderasehingga mengakibatkan terbentuknya suatu palung (Asikin, 1974). Bentukan palunginilah yang sering disebut dengan Prisma Akresi. Lempeng Hindia-Australia yang datang dari selatan ini kemungkinanmerupakan bagian dari benua purba Gondwana sehingga membawa batuan yang berusiatua. Proses Subduksi ini berlangsung cukup lama sehingga tidak hanya melange yangyang merupakan endapan khas zona subduksi yang terdapat di Karangsambung, tetapijuga batuan-batuan dasr samudera dan batuan di sekitar Mid Ocean Ridge terseretsampai mendekati kontak kedua lempeng, bahkan kompleks oviolith telah terangkatkepermukaan dan menjadi bagian dari kerumitan distribusi batuan di daerah ini. Perkembangan struktur di daerah ini dipengaruhi oleh beberapa periodetektonik. Periode tektonik paling tua adalah deformasi dan proses penempatan batuanPra-Tersier pada Kapur Akhir-Paleosen (85-57,8 juta tahun). Periode berikutnya yangmempengaruhi Formasi Karangsambung dan Totogan. Hal tersebut diperkirakanberlangsung antara Oligo-Miosen (36,6-5,3 juta tahun) sampai Miosen Awal (23,7 jutatahun). Perode tektonik pada Plio-Pleistosen (1,6-0,01 juta tahun) dianggap sebagaiperiode terkait yang mempengaruhi pembentukan struktur didaerah ini. Oleh karena haltersebut, maka di Karangsambung ditemukan berbagai batuan yang sangat beragamjenisnya dan singkapan yang kompleks, berupa batuan sedimen, batuan beku, batuanalterasi, serta batuan metamorf yang berstruktur rumit. Pada daerah ini juga terdapatbatuan yang sangat jarang ditemui didaerah lain, seperti batuan dari kompleks ofiolit(rijang, lavabantal, basalt, gabro, batuan ultra basa seperti dunite, amphibolit) yangmerupakan kompleks batuan dari laut dalam, khususnya pada batuan ultra basa yangmerupakan batuan yang berapa pada mantel bagian atas yang posisinya sangat jauh daripermukaan bumi. Pada daerah Karangsambung terdapat 2 jenis melange yaitu melange tektonikdan melange sedimen. Melange tektonik adalah melange yang dihasilkan secaralangsung dari proses pembentukan prisma akresi. Sedangkan melange sedimenmerupakan komponen melange yang berbentuk blok-blok yang tercampur didalam
  9. 9. Geologi Karangsambung |6 suatu matrik sedimen. Hal ini disebabkan oleh terjadinya suatu sedimentasi yang bersamaan dengan berlangsungnya proses subduksi ada cekungan palung yang dihasilkan dari proses subduksi tersebut. Satuan batuan di kompleks melange Luk Ulo, umur satuan batuan ini adalah Kapur Atas (85 juta tahun) hingga Paleosen namun yang menarik adalah formasi batuan setelah itu. Diatasnya secara tidak selaras diendapkan Formasi Karangsambung dan Formasi Totogan. Kedua formasi ini merupakan sebuah olistrotom dan mereka berumur Eosen Atas (36,6 juta tahun) dan Oligo Miosen (23,7- 5,3 juta tahun). Lalu diatasnya diendapkan formasi Waturanda yang berumur Miosen Awal (23,7 juta tahun) yang tersiri dari Breksi vulkanik dan batupasir. Pada Miosen Tengah diendapkan Formasi Penosogan yang disusun oleh batu gampingan dan napal tufaan. Diatasnya diendapkan formasi Halang yang berumur Pliosen (5,3-1,6 juta tahun) dan disusun oleh perselingan batupasir dan napal (Asikin, 1974). Geologi Karangsambung mempunyai formasi yang khas jika dibandingkan dengan daerah lain. Hal ini terlihat dari Geomorfologi yang berbentuk lonjong-lonjong dan berbukit dengan batuan yang berbeda-beda. Statigrafi daerah ini sangat khas dan membentuk formasi yang beragam dan struktur geologi pada daerah ini terisi dari lipatan, sesar dan kekar.2.1.1 MORFOLOGI DAERAH KARANG SAMBUNG Geomorfologi adalah studi mengenai bentuk-bentuk permukaan bumi dan semua proses yang menghasilkan bentuk-bentuk tersebut. Morfologi di daearah Karangsambung adalah perbukitan struktural dan daerah ini juga disebut sebagai kompleks melange. Tinggian yang berada di daerah ini antara lain adalah Gunung Waturanda, bukit Sipako, Gunung Paras, Gunung Brujul, bukit Jatibungkus. Penyajian melange di lapangan Karangsambung adalah dalam bentuk blok dengan skala ukuran dari puluhan meter hingga ratusan meter, selain itu juga terdapat melange yang membentuk sebuah rangkaian pegunungan.
  10. 10. Geologi Karangsambung |7 Gambar 3. Peta bentukan morfologi Karangsambung Selain itu juga terdapat morfologi aluvial di daerah Karangsambung.Salah satu mrfologi alufial yang berada di daerah Karangsambung adalah sungaiLuk Ulo. Sungai ini termasuk sungai pendahulu, yaitu jenis sungai yangmemotong struktur geologi utama dan termasuk ke dalam umur dewasa. Tingkatkedewasaan sungai ini terlihat dari bentuknya yang berkelok-kelok dan adanyaketerdapatan meander padasisi kelokannya serta terbentuknya deposit pada terassungai. Selain sungai utama, Karangsambung juga memiliki sungai lainnya sepertiKali Muncar, Kali Cacaban, Kali Mandala, Kali Brengkok dan Kali Jebug. Perbedaan kekerasan dan ketahana batuan pada daerah Karangsambungmenghasilkan bentuk topografi dengan timbunan halus sampai kasar. Sebagianlembahnya sempit dan dalam berbentuk V dengan lereng yang terjal. Akibatperbedaan kekerasan batuan ada bukit yang seakan-akan mencuat terhadapsekitarnya, misalnya dekat bukit Jatibungkus, Bujil, dan Pesanggrahan. Pada daerah ini terdapat deretan pegunungan bukit Gunung Bulukuning,Dwilang, dan Prahu yang melengkung seperti busur terbuka ke arah barat. Ini
  11. 11. Geologi Karangsambung |8menunjukkan bahwa sebenarnya mengikuti bentuk antiklin Karangsambung yangsumbunya menunjam ketimur. Daerah Karangsambung umumnya bermorflogi oval atau elips ataumampat di ujung-ujungnya. Terdiri dari bukit-bukit dan pegunungan melingkar,dierosi oleh aliran Kali Luk Ulo yang telah membentuk pola meander sertalembah-lembah anak sungai Kali Luk Ulo. Morfologi perbukitan pada umumnyadibangun oleh batuan berumur Pra-Tersier, sedangkan morfologi punggungan didaerah ini disusun oleh endapan Tersier ( 65,5 juta tahun) yang cukup tebal. Satuan morfologi daerah Karangsambung dapat dibedakan menjadiempat bagian yaitu :1. Satuan Daratan Satuan morforlogi ini terdapat pada daerah aliran sungai (DAS) Luk Ulo yang luasnya relatif datar dan merupakan daerah dataran banjir dengan material berukuran lempung – krakal yang berasal dari sedimentasi peluapan banjir. Sungai Luk Ulo sebagai sungai utama. Anak sungai Luk Ulo antara lain Sungai Wealaran, Cacaban, Lokidang, Gebang, dan Medana. Kenampakan Sungai Luk Ulo yang berkelok – kelok (meander) dijumpai kenampakan gosong pasir yang terbentuk dari endapan luapan banjir. Pada pandang pengamtan lainnya, terlihat lembah melebar dengan bekas-bekas meander yang telah ditinggalkan. Satuan daratan ini, umurnya ditafsirkan stadium dewasa.2. Satuan Perbukitan Lipatan Satuan morfologi ini dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: a) Di bagian selatan menunjukkan struktur sinklin pada puncak Gunung Paras . b) Di bagian timur sebelah barat memperlihatkan kenampakan lembah yang memanjang dan melingkar menyerupai tapal kuda membentuk amphiteatre.
  12. 12. Geologi Karangsambung |9 Gambar 4. Amphiteater (pembalikan topografi)c) Di bagian utara sampai selatan merupakan rangkaian pegunungan seperti Gunung Paras, Dliwang, Perahu, dan Waturondo. Setelah dilakukan interpretasi proses pembalikan topografi, secara detail, bentuk bentang alam dari Gunung Paras ke selatan sampai Gunung Waturondo, direkonstruksi awalnya merupakan antiklinin pada lembahnya, dengan memposisikan kelurusan puncaknya, dan Bukit Bujil sebagai pilarnya. Namun saat ini telah mejadi puncak Gunung paras dengan struktur sinkilin dan antikilinnya,tersusun oleh batuan Sedimentasi Breksi Volkanik. Selain itu juga, terdapat bukit- bukit seperti Bukit Pesanggrahan, Bukit Bujil, dan Bukit Jati Bungkus.Satuan daerah perbukitan ini, tampak bergelombang lemah dan terisolir pada pandang luas cekungan morfologi amphiteatre. Batuan yang mengisi satuan ini, menunjukkan Breksi Volkanik yang tersebar dari Gunung Paras sampai Gunung Waturondo dan sinklinnya yang terlihat pada puncak Gunung Paras ke arah timur.
  13. 13. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 10 Gambar 5. Antiklin 3. Satuan Perbukitan-Pegunungan Kompleks Melange(Campur Aduk Batuan) Satuan morfologi ini memperlihatkan bukit-bukit memanjang dengan DAS Sungai Gebong dan Sungi Cacaban yang membentuk rangkaian Gunung Wangirsambeng, Gunung Sigedag dan Bukit Sipako. Puncak Gunung wangirsambeng berupa bentukan panorama bukit memanjang dengan perbedaan ketinggian antara 100-300 M di atas permukaan laut. Di daerah ini juga, nampak bentang alam yang memperlihatkan bukit-bukit prismatic hasil proses tektonik. 4. Lajur Pegunungan Serayu Selatan Bagian utara kawasan geologi Karangsambung merupakan bagian dari Lajur Pegunungan Serayu Selatan. Pada umumnya daerah ini terdiri atas dataran rendah hingga perbukitan menggelombang dan perbukitan tak teratur yang mencapai ketinggian hingga 520 m. Musim hujan di daerah ini berlangsung dari Oktober hingga Maret, dan musim kemarau dari April hingga September. Masa transisi diantara kedua musim itu adalah pada Maret-April dan September-Oktober. Tumbuhan penutup atau hutan sudah agak berkurang, karena di beberapa tempat telah terjadi pembukaan hutan untuk berladang atau dijadikan hutan produksi (jati dan pinus).2.1.2 STRATIGRAFI DAERAH KARANG SAMBUNG Stratigrafi yaitu suatu ilmu yang mempelajari tentang lapisan-lapisan batuan serta hubungan lapisan batuan itu dengan lapisan batuan yang lainnya yang bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan tentang sejarah bumi.
  14. 14. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 11 Secara garis besar daerah Karangsambung diurutkan berdasarkan umurdari tua ke muda, yaitu : 1. Kompleks Melange Luk Ulo / Formasi Melange berumua Pra-tersier. 2. Formasi Karangsambung yang terdiri atas lempung hitam. 3. Formasi Totogan dengan batuan utamnya lepung bersisik / scaly clay. 4. Formasi Waturanda yang terdiri atas perlapisan batu pasir dan batuan breksi. 5. Formasi Penosogan yang terdiri atas perselingan lempung dan pasir karbonat. Gambar 6. Kolom statigrafi wilayah Karangsambung (Asikin, 1974)
  15. 15. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 12Gambar 7. Peta Geologi wilayah Karangsambung (Asikin et al., 1992)
  16. 16. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 131. KOMPLEKS MELANGE LUK ULO / FORMASI LUK ULO Luk Ulo merupakan formasi tertua berupa melange yang sangat kompleks, berumur Pre-Tersier. Batuannya meliputi graywacke, lempung hitam, lavabantal yang berasosiasi dengan rijang dan gamping merah, tirbidit klastik, dan ofiolit yang tersisipkan diantara batuan metamorfose berfasies sekis. Batuan-batuan tersebut merupakan hasil dari pencampuran secara tektonik pada jalur penunjaman (zona subduksi) yang juga telah melibatkan batuan-batuan asal kerak samudra dan kerak benua. Kompleks ini dibagi menjadi 2 satuan berdasarkan dominasi fragmen pada masa dasrnya, yaitu satuan Jatisamit disebelah barat dan satuan Seboro di sebelah utara. Satuan Jatisamit merupakan batuan yang berumur paling tua. Satuan ini terdiri bongkah asing di dalam masa dasar lempung hitam. Bongkah yang ada adalah batuan beku basa, batupasir graywacke, serpentinit, rijang, batugamping merah dan sekis mika. Batuan tersebut membentuk morfologi yang tinggi seperti Gunung Sipako dan Gunung Bako.2. FORMASI KARANGSAMBUNG Karakteristik litologi dari formasi Karangsambung yaitu terdiri dari batulempung abu-abu yang mengandung concression besi, batugamping numulites, konglomerat, dan batu pasir kuarsa polemik yang berlaminasi. Batupasir graywacke sampai tanah liat hitam menunjukkan struktur yang bersisik dengan irisan ke segala arah dan hampir merata di permukaan. Struktur tersebut diperkirakan sebagai hasil mekanisme pengendapan yang terjadi dibawah permukaan air dengan volume besar, estimasi ini didukung oleh gejala merosot yang dilihat pada inset batupasir. Umur Formasi Karangsambung ini adalah dari Eosen Tengah (45 juta tahun) sampai Eosen Akhir (36 juta tahun) dilihat dari adanya foraminifera plankton.3. FORMASI TOTOGAN Formasi Totogan mempunyai karakteristik yang sama dengan Formasi Karangsambung. Ditandai dengan litologi berupa batulempung dengan warna coklat, dan kadang-kadang ungu dengan struktur scaly (menyerpih). Juga terdapat fragmen berupa batukarang yang terperangkap pada batulumpur, batupasir, batukapur fossil dan batuan beku. Umur dari formasi Totogan adalah
  17. 17. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 14 Oligosen (36-25 juta tahun), yang didasarkan pada keberadaan Globoquadrina praedehiscens dan Globigeriona binaensis.4. FORMASI WATURANDA Usia formasi Waturanda ini hanya dapat ditentukan secara langsung berdasarkan posisi statigrafi kebawah diperkirakan sebagai usia Meocene (25,2-5,2 juta tahun) yang terdiri dari breksi vulkanik dan batupasir wacke dengan sisipan batu lempung dibagian atas. Masa dasar batupasir berwarna abu-abu dengan butir sedang hingga kasar, terdiri atas kepingan batuan beku dan obsidian.5. FORMASI PENOSOGAN Formasi Penosogan diendapkan diatas Formasi Waturanda dengan litologi berupa perubahan secara berangsur dari satuan breksi kearah atas menjadi perselingan batupasir tufan dan batulempung merupakan ciri batas dari Formasi Penosogan yang terletak selaras di atasnya. Secara umum formasi terdiri dari perlapisan tipis sampai sedang batupasir, batulempung, sebagian gampingan, kalkanerit, napal-tufan dan tuf. Bagian bawah umumnya dicirikan oleh pelapisan batupasir dan batulempung, kearah atas kadar karbonatnya semakin tinggi. Bagian atas terdiri atas perlapisan batupasir gampingan, napal dan kalkanerit. Bagian atas didomonasi oleh batulempung tufan dan tuf.
  18. 18. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 15 Gambar 8. Cross-section penampang stratigrafi formasi Karangsambung2.1.3 LITOLOGI DAERAH KARANG SAMBUNG Litologi adalah ilmu tentang batu-batuan yg berkenaan dengan sifat fisik, kimia, dan strukturnya. Pembentukan berbagai macam mineral di alam akan menghasilkan berbagai jenis batuan tertentu. Proses alamiah tersebut bisa berbeda-beda dan membentuk jenis batuan yang berbeda pula. Pembekuan magma akan membentuk berbagai jenis batuan beku. Batuan sedimen bisa terbentuk karena berbagai proses alamiah, seperti proses penghancuran atau disintegrasi batuan, pelapukan kimia, proses kimiawi dan organis serta proses penguapan / evaporasi. Letusan gunung api sendiri dapat menghasilkan batuan piroklastik. Batuan metamorf terbentuk dari berbagai jenis batuan yang telah terbentuk lebih dahulu kemudian mengalami peningkatan temperature atau tekanan yang cukup tinggi, namun peningkatan temperature itu sendiri maksimal di bawah temperature magma. Litologi di daerah Karangsambung dapat dijelaskan dalam tabel berikut.
  19. 19. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 16 Tabel 1. Litologi daerah KarangsambungNo Lokasi Umur Litologi 1 Kompleks Kapur Akhir (85-140  Batuan Metamorf (Schist Melange juta tahun yang lalu) mica – 117Ma)  Batuan sedimen pelagic (Rijang-endapan laut dalam)  Batuan ofiolit 2 Formasi Eocene-Oligocene  Batulempung bersisik Karangsambung (23,7 -57,6 juta tahun  Olistolit (Konglomerat, yang lalu) Batugamping Nummulites) 3 Formasi Oligocene-Miocene  Breksi dengan komponen Totogan Awal (36,6-23,7 juta batulempung, batupasir dan tahun yang lalu) batugamping 4 Formasi Miocene Awal –  Batupasir vulkanik dan Waturanda Miocene Tengah breksi vulkanik (23,7- 13 juta tahun yang lalu) 5 Formasi Miocene Awal –  Perselingan batupasir, Panosogan Miocene Tengah batulempung, tufa, napal (23,7- 13 juta tahun dan kalkarenit yang lalu) Batuan beku, sedimen, dan metamorf di Karangsambung dengan variasiumur batuan mulai puluhan hingga ratusan juta tahun, merupakan singkapanbatuan yang berasal dari benua maupun samudra, dari dasar laut hingga lautdangkal berfosil-fosil, tersebar pada hamparan yang tidak terlalu luas, dan dapatdijumpai di lapangan Karangsambung sebagai obyek studi dalam kegiatanpenelitian. Lingkungan proses pembentukan dari ragam dan jenis batuan padakawasan Karangsambung, adalah palung laut dalam, cekungan muka daratan danjalur penunjaman. Pada palung laut dalam, dijumpai batuan sedimen berfosilRadiolaria yang terangkut dan mengendap setra mengisi pada batuan sedimen
  20. 20. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 17rijang (Chert). Pada kondisi cekungan muka daratan, ditemukan batuan sedimenyang mengandung fosil biota laut berupa sedimen batu gamping (Lime Stone)kondisi laut dangkalm. Pada palung laut dalam, berupa batuan beku basalt danbatuan metamorfosa ubahan dari batuan periodotit, berupa serpentinit. Pada kuliah lapangan yang telah dilakukan, objek batuan yang di jadikantempat observasi adalah batuan rijang, gamping merah, lempung bersisik,serpentinit, fillit dan diabas. Berikut adalah tabel batuan hasil observasi. Tabel 2. Lokasi dan Batuan hasil observasi LOKASI DESKRIPSI 1. Kali Muncar  Terdapat batu rijang (sedimen ; endapan laut dalam) yang berselang-seling dengan batu gamping merah (sedimen). Batu rijang berwarna merah kecoklatan (merah hati). Sedangkan warna batu gampig merah adalah merah muda.  Diatas rijang-gamping merah terdapat batuan dari lava yang dikenal dengan lava bantal (basalt ; batuan beku)
  21. 21. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 18  Tidak jauh dari lokasi batu rijang- gamping merah, terdapat singkapan batu lempung bersisik (sedimen).2. Pucangan  Terdapat batu serpentinit (metamorf – malihan) berwarna hijau, bertekstur masif, memiliki kilap .Strukturnya slincken side, Nonfoliasi. Batuan asalnya merupakan batuan beku ultramafik yang telah mengalami proses methamorfosis yang berhubungan dengan air laut.  Komposisi : serpentine
  22. 22. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 193. Tepian Kali Luk Ulo /  Terdapat singkapan batuan filit Kaki bukit Sipako (metamorf) yang berapa di tepi sungai Luk Ulo. Batu filit ini merupakan hancuran batu pasir dengan komponen greywacke yang mengalami proses metamorfisme dengan tekanan tinggi dan temperature rendah. Derajat metamorfismenya Rendah-intermediet. berwarna hitam, abu-abu, berekstur lapidoblastik (terdiri dari mineral- mineral tabular). Strukturnya Filitik, terlihat rekristalisasi yang lebih kasar dari slaty cleavage, sudah mulai terjadi pemisahan mineral granular (segresi) tetapi belum sempurna. Ukuran butirnya halus.4. Gunung Parang  Terdapat batu Diabas (Beku intrusi) yang berwarna abu-abu terang dengan kandungan mineral berupa biotit,
  23. 23. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 20 plagioklas, zeolt dan piroksenA. LOKASI 1 – KALI MUNCAR 1. Batuan gamping merah dan rijang (Sediment) Batuan rijang termasuk batuan sedimen. Batuan ini merupakan batuan sedimen laut dalam (± 4000 meter dibawah permukaan laut). Batuan ini sangat keras dan kompak dan bersifat silikaan. Mengandung kristal kuarsa yang saling mengikaat sehingga nampak seperti dilapisi kaca (sernivitreous) dan mengandung amorphous silica (opal). Batuan ini terbentuk oleh proses pengendapan pada dasar samudera. Batuan ini kaya akan fosil renik Radiolaria yang berukuran kurang lebih 1/100 mm. Biasanya batuan ini berasosiasi dengan batugamping merah. Didaerah Karangsambung, fosil ini menunjukkan umur Kapur, yaitu sekitar 85 juta hingga 140 juta tahun yang lalu. Batugamping merah juga termasuk batuan sediment. Batuan ini termasuk kedalam batugamping klastik yang halus hasil dari transport oleh arus dengan energi lemah di laut dalam yang masih memungkinkan terbentuknya larutan karbonat. Warna merah merupakan hasil pengotoran mineral lain seperti minera hematit atau bisa juga akibat oksidasi besi. Batuan ini ralatif keras dan biasanya berasosiasi dengan sedimen laut dalam seperti rijang. Batuan gamping merah dan rijang secara teori merupakan batuan yang hanya bisa ditemui di Dasar lautan. Dan batuan ini terbentuk dari proses sedimentasi dari hasil pelapukan batuan yang kemudian mengalami transport ke laut. Sedimentasi dibedakan menjadi dua, yaitu: a) Sedimentasi di dasar laut dangkal. Contohnya Gamping.
  24. 24. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 21 b) Sedimentasi di dasar laut dalam (lebih dari 4000m). Contohnya Rijang (chert) Batuan dari samudra yang terbentuk 60-140 juta tahun yang lalu bisaditemui di Karangsambung. Menurut ilmu geologi hal ini terjadi dikarenakanKarangsambung dahulunya merupakan daerah subduksi, yaitu zona pertemuan 2lempeng, lempeng benua Eurasia dan lempeng samudra Hindia. Pertemuanlempeng samudera akan menunjam kebawah dikarenakan berat jenis yang lebihtinggi dibandingkan lempeng benua. Penunjaman terus berlangsung sampai keperut bumi yang mempunyai suhu dan tekanan yang tinggi, sehingga batuanmenjadi meleleh kemudian ada yang muncul keluar dari perut bumi. Singkapan-singkapan batuan kuno yang ada di Karangsambung perlahan muncul dipermukaan dikarenakan erosi tanah. Jadi bisa disimpulkan bahwaKarangsambung dahulunya merupakan batuan dasar lautan. Namun sekarang sudah berubah pertemuan lempeng yang terjadi adalahlempeng benua Australia dari selatan menuju utara ke lempeng Eurasia.Pertemuan 2 lempeng ini disinyalir sebagai penyebab munculnya rangkaiangunung-gunung api di Indonesia (Sumatra, jawa, bali , Lombok). Dengan adanyagunung-gunung api, maka akan terbentuk batuan-batuan beku dari magma. Batuan gamping merah dan rijang ini termasuk batuan sedimen, dimanaciri umumnya berlapis-lapis. Batuan sediment yang ditemui di Karangsambunglapisannya vertical, hal ini dikarenakan tekanan dari aktifitas tektonik selamaberjuta-juta tahun. Untuk gamping merah materi penyusunnya sebagian besar darikalsium yang terikat karbonat CaCO3. Sedangkan Rijang kebanyakan tersusunatas silica SiO2 dan besi. Dari segi warna gamping berwarna merah terang danrijang merah gelap. Dari segi tekstur gamping lebih kasar dan berpori sedangkanrijang lebih halus. Untuk membedakan batuan gamping merah dengan rijangdilakukan pengujian dengan larutan asam (HCl aq). Dengan reaksi-reaksi sebagaiberikut:  Gamping merah CaCO3 + HCl →CaCl2 +CO2 + H2O artinya Gamping merah bereaksi dengan asam. Ini terjadi karena komposisi kalsium menyebabkan gamping merah bersifat basa.  Rijang SiO2 + HCl →tidak bereaksi
  25. 25. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 22 artinya Rijang tidak bereaksi dengan asam  Jadi, salah satu cara untuk membedakan antara batuan gamping merah dan rijanf adalah denga cara menetesi batuan tersebut dengan HCl 2. Batuan basalt (Beku) Batuan basalt termasuk pada jenis batuan beku yang berasal dari letusan gunung api. Namun gunung api disini merupakan gunung api dasar laut. Prosesnya berawal dari gerakan saling menjauh (pemekaran) dasar samudra, muncul gunung api kemudian memuntahkan lava yang selanjutnya membeku ketika terkena air laut. Prinsipnya seperti membuat cendol ketika masih panas seketika masuk kedalam air, kemudian membeku ditambah dengan adanya tekanan hidrostatis menyebabkan batuan berbentuk bulat. Bentuknya bulat lonjong sehingga sering disebut pillow lava. Batuan basalt biasanya berwarna hitam dan bersifat asam. 3. Batuan lempung bersisik (Sediment) Pada zona dasar subduksi akan akan ditemui massa dasar yaitu lempung hitam, warnanya hitam mengkilap. Hal ini disebabkan gesekan antar lempung (uplift), akan tetapi akibatnya batuan menjadi mudah rapuh. Bila dilihat dari strukturnya batuan lempung hitam termasuk pada boudinade sehingga bisa mengetahui arah gaya. Adanya tekanan membuat batuan menjadi memipih (foliasi) dan memanjang, melempung sehingga struktur menjadi bersisik (scaly clay / lempung bersisik).B. Lokasi 2 - Pucangan 1. Batuan serpentinite (Metamorf - Malihan) Batuan serpentinite termasuk pada batuan malihan. Berasal dari perut bumi di bawah lantai dasar samudera. Batu ini malihan dari batu ultra basa hasil pembekuan magma pada kerak samudra. Sedangkan batu ultrabasa sendiri batuan asalnya dari peridotite dan dunite, banyak mengandung mineral olivine yang menyebabkan berwarna hijau. Batu-batu ini berubah ketika bersentuhan dengan air laut . Kemudian batu ultrabasa bergerak bersama lempeng samudera, kemudian masuk zona subduksi, terjadi proses penunjaman disertai metamorfosa
  26. 26. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 23 kedua menjadi batu serpentinite, dan terakhir muncul ke luar perut bumi disertai retak-retak dikarenakan tekanan. Jadi, singkatnya magma (peridotite, dunite)-batu ultrabasa-serpentinite. Serpentinite sering digunakan sebagai sumber mineral, contohnya pembuatan asbes, talc, dll. Batuan ini bersifat rapuh (kekar). Serpentinite juga mempunyai sifat magnetis (nonfoliasi)C. Lokasi 3 - Tepian Kali Luk Ulo / Kaki bukit Sipako 1. Batuan filit (Metamorf) Batuan filit (warna hitam) berasal dari lempung hitam yang sudah kaya akan karbon (C). Bertekstur Lepidoblastik (Terdiri dari mineral – mineral yang tabular). Prosesnya berawal dari daerah palung , kemudian masuklah mineral- mineral organic terutama karbon, kemudian lempeng samudera masuk zona subduksi, kemudian menerima panas dan tekanan, kemudian berubah menjadi filit. Batuan ini memiliki microfault (sesar minor) yaitu adanya garis lekukan- lekukan pada batuan berukuran kecil.D. Lokasi 4 – Gunung Parang 1. Batuan Diabas (Beku) Berdasarkan Peta Geologi Daerah Karangsambung dan Penampang litostratigrafinya (Asikin, 1974), diperkirakan bahwa Gunung Parang merupakan hasil intrusi magmatis yang diduga merupakan kelanjutan dari jalur magmatis selatan Pulau Jawa dan Sumatera. Batuan Diabas di Gunung Parang merupakan batuan beku basa yang terbentuk akibat tumbukan antara lempeng benua dengan lempeng samudera yang kemungkinan terjadi pada kala Miosen. Tumbukan tersebut menyebabkan terjadinya partial melting batuan menjadi magma yang bersifat basaltik (magma yang komposisinya kaya Fe dan bersifat relatif encer). Magma basaltik ini kemudian mengalami alih tempat menuju kerak benua bagian bawah, kemudian mengalami fraksinasi dan diferensiasi sehingga membentuk magma diabas yang selanjutnya tersingkap di permukaan bumi sebagai Gunung Parangan dengan menerobos Formasi Karangsambung. Diabas Gunung Parang merupakan tubuh intrusi sill. Hal tersebut berdasarkan adanya bidang kontak antara lempung Formasi Karangsambung
  27. 27. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 24dengan diabas di sekitar Kali Jebug dan kenampakan struktur lava bantal diWatutumpang. Secara petrografis batuan diabas menunjukan struktur diabasic atauophitic dan tersusun oleh mineral plagioklas (labradorit, bytownit), piroksen(augit, hypersten, enstantit dan diopsid), magnetit, sedikit klorit, serisit sertamineral karbonat. Batuan diabas termasuk langka terutama di Indonesia karenauntuk membentuk batuan jenis ini diperlukan kondisi tertentu, apalagi Indonesiamerupakan wilayah yang termasuk dalam deret busur gunungapi memiliki tipegunungapi kerucut sehingga magma yang dihasilkan secara umum adalah magmaandesitik.
  28. 28. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 25 BAB III PENUTUP3.1 KESIMPULAN A. Satuan morfologi daerah Karangsambung adalah 1) Satuan Daratan Satuan morforlogi ini terdapat pada daerah aliran sungai (DAS) Luk Ulo. 2) Satuan Perbukitan Lipatan  Di bagian selatan menunjukkan struktur sinklin pada puncak Gunung Paras .  Di bagian timur sebelah barat memperlihatkan kenampakan lembah yang memanjang dan melingkar menyerupai tapal kuda membentuk amphiteatre.  Di bagian utara sampai selatan merupakan rangkaian pegunungan. 3) Satuan Perbukitan-Pegunungan Kompleks Melange (Campur Aduk Batuan) 4) Lajur Pegunungan Serayu Selatan B. Stratigrafi daerah Karangsambung Diurutkan berdasarkan umur dari tua ke muda, yaitu : 1) Kompleks Melange Luk Ulo / Formasi Melange berumua Pra-tersier. 2) Formasi Karangsambung yang terdiri atas lempung hitam. 3) Formasi Totogan dengan batuan utamnya lepung bersisik / scaly clay. 4) Formasi Waturanda yang terdiri atas perlapisan batu pasir dan batuan breksi. 5) Formasi Penosogan yang terdiri atas perselingan lempung dan pasir karbonat. C. Litologi daerah Karangsambung Daerah Karangsambung mempunyai berbagai jenis batuan, mulai dari batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. D. Dari hasil observasi, dapat diperoleh identifikasi batuan sebagai berikut : 1) Batuan beku : Diabas dan basalt (lava bantal). 2) Batuan metamort : Serpentinit dan fillit. 3) Batuan sedimen : Rijang, gamping merah dan lempung bersisik.
  29. 29. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 26DAFTAR PUSTAKANur Mustofa, Arief.2011.Kajian Geologi Lingkungan pada Lokasi Penambangan Batuan Diabas Gunung Parang dalam Rangka Konservasi Batuan di Cagar Alam Geologi Karangsambung.Kebumen:BIKK Karangsambung LIPIJodi, Fajar.dkk.2012.Obsevasi Geologi Karangsambung. Bandung : ITBHastria, Defry. Geologi Karangsambung.Kebumen:Balai Informasi dan Konservasi Kebumen Karangsambbung LIPIAnsori, Chusni.Batuan Beku.Kebumen:Balai Informasi dan Konservasi Kebumen Karangsambbung LIPIAnsori, Chusni.Batuan Sedimen.Kebumen:Balai Informasi dan Konservasi Kebumen Karangsambbung LIPIAnsori, Chusni.Batuan Metamorf.Kebumen:Balai Informasi dan Konservasi Kebumen Karangsambbung LIPIAnsori, Chusni.Mineral dan Batuan.Kebumen:Balai Informasi dan Konservasi Kebumen Karangsambbung LIPIDwi Raharjo, Puguh.dkk.2011.Aplikasi Sistem Informasi Geografis dalam Identifikasi Kerentanan Bencana Alam di Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung. Kebumen:SIG BIKK Karangsambung LIPIYogi. Pemetaan Kuliah Lapangan Daerah Cantel Karangsambung.
  30. 30. G e o l o g i K a r a n g s a m b u n g | 27LAMPIRAN  Lokasi Kali Muncar  Lokasi Pucangan  Lokasi Kali Luk Ulo / Bukit Sipako  Lokasi Gunung Parang

×