Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

11 MIPA 4 - Bab 2 - jaringan tumbuhan dan jaringan hewan

6,693 views

Published on

Presentasi tentang jaringan tumbuhan dan jaringan hewan yang terdapa pada kelas 11 SMA. Materi ini sangat padat dan jelas. Presentasi ini dilengkapi dengan gambar yang menarik dan edukatif

Published in: Education
  • Login to see the comments

11 MIPA 4 - Bab 2 - jaringan tumbuhan dan jaringan hewan

  1. 1. JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN KELOMPOK 4 Abiyu Muhammad Akmal Dahlia Khoirunisa Hanna Fadhilla Kinan Fadhilla Muhammad Dzakiya Muklish BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  2. 2. Apa itu Jaringan? Jaringan adalah sekumpulan satu atau lebih jenis sel yang memiliki fungsi dan sifat yang sama. Sel-sel tumbuhan yang memiliki fungsi dan tujuan sama  JARINGAN TUMBUHAN BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  3. 3. Jaringan tumbuhan BERDASARKAN AKTIVITAS PEMBELAHAN SEL JARINGAN MERISTEM (EMBRIONAL) JARINGAN PERMANEN (DEWASA) BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  4. 4. Jaringan Meristem BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  5. 5. Jaringan Meristem Berdasarkan Asal Pembentukannya Promeristem Meristem Primer Meristem Sekunder Berdasarkan letaknya Meristem Apikal Meristem Interkalar Lateral BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  6. 6. Apa itu jaringan meristem? • Jaringan meristem adalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional artinya mampu terus-menerus membelah. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  7. 7. Ciri-ciri 1. Sel-selnya selalu membelah 2. Bentuk dan ukuran sel sama 3. Tidak memiliki ruang antar sel (susunan sel rapat) 4. Kaya protoplasma 5. Dinding sel tipis 6. Isi sel tidak mengandung kristal dan cadangan makanan. 7. Vakuola/rongga sel belum ada/sangat kecil JARINGAN MERISTEM BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  8. 8. PROKAMBIUM PROMERISTEM PROTODERM MERISTEM DASAR Jaringan epidermis Sistem jaringan pengangkut Jaringan dasar Teori oleh haberlandt BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  9. 9. Meristem Primer Merupakan jaringan meristem tumbuhan yang : • Sel-selnya masih aktif membelah • Terdapat di ujung batang dan ujung akar • Menyebabkan pertumbuhan vertikal  perpanjangan batang dan akar BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  10. 10. Meristem sekunder? Merupakan jaringan meristem tumbuhan yang : • Sel dewasa berubah sifat menjadi sel meristematik • Berbentuk pipih atau prisma • Vakuola besar di tengahnya • Menyebabkan pertumbuhan sekunder karena terdapat kambium - Kambium akan menghasilkan xylem dan floem - Kambium gabus akan menghasilkan gabus BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  11. 11. Aktifitas kambium ke arah dalam --> PEMBULUH KAYU (XILEM) Aktifitas kambium ke arah LUAR --> PEMBULUH TAPIS (FLOEM) BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  12. 12. Jaringan MERISTEM BERDASARKAN POSISINYA PADA TUBUH TUMBUHAN: MERISTEM APIKAL MERISTEM LATERAL MERISTEM INTERKALAR UJUNG BATANG UTAMA, UJUNG BATANG LATERAL, UJUNG AKAR MERISTEM INTERKALER : DI ANTARA JARINGAN DEWASA ATAU JARINGAN YANG SUDAH BERDIFERENSIASI MERISTEM LATERAL : MEMANJANG SEJAJAR PERMUKAAN BATANG ATAU AKAR BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  13. 13. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  14. 14. Jaringan PERMANEN BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  15. 15. Jaringan PERMANEN? Jaringan PERMANEN adalah jaringan yang berasal dari pembelahan sel-sel meristem dan telah berdiferensiasi BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4 CIRI CIRI Dinding Selnya sudah mengalami penebalan Bentuk selnya relative permanen Umumnya tidak melakukan pembelahan lagi Memiliki rongga yang besar
  16. 16. BERDASARKAN JUMLAH TIPE SEL PENYUSUN: JARINGANSEDERHANA homogen JARINGANKOMPLEKS heterogen Jaringan permanen BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  17. 17. Jaringan Epidermis  merupakan jaringan yang menutupi permukaan tumbuhan.  Ciri/karakteristik :  Bentuk sel spt balok  Tersusun berlapis tunggal, rapat, tdk ada ruang antar sel  Tidak memiliki klorofil  Modifikasi sesuai dg letak dan fungsi BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  18. 18. Jaringan Parenkim Nama lain dari parenkim adalah jaringan dasar. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4 Fungsi :  Batang dan akar : sebagai korteks dan empulur batang  Daun : mesofil daun ataupun bunga karang  Biji dan buah : penyimpanan cadangan makanan
  19. 19. Macam Jaringan Fungsi PARENKIM ASIMILASI PROSES PEMBUATAN ZAT-ZAT MAKANAN DENGAN FOTOSINTESIS PARENKIM AIR MENYIMPAN AIR, BERDINDING SEL TIPIS, VAKUOLA YANG BESAR BERISI ZAT BERLENDIR PARENKIM PENIMBUN SEBAGAI PENYIMPAN CADANGAN MAKANAN, MEMILIKI VAKUOLA YANG BESAR PARENKIM UDARA MENYIMPAN UDARA, RUANG ANTAR-SEL YANG BESAR PARENKIM PENGANGKUT MELAKUKAN PEMANJANGAN SESUAI ARAH PENGANKUTANNYA PARENKIM penutup luka BERSIFAT MERISTEMATIK : MELAKUKAN PEMBELAHAN DRI UNTUK REGENERASI Jaringan PARENKIM BERDASARKANFUNGSINYA: BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  20. 20. Parenkim udara (aerenkim) Parenkim pada biji salak Parenkim pada tangkai Eichornia Parenkim pada kulit buah Musa Paradiciaca BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  21. 21. BERDASARKANBENTUKNYA: PARENKIM PALISADE PANJANG, TEGAK, BANYAK KLOROPLAS PARENKIM bunga karang BENTUK DAN UKURAN TIDAK TERATUR PARENKIM BINTANG (AKTINENKIM) BERBENTUK BINTANG YANG SLAING BERHUBUNGAN DI BAGIAN UJUNGNYA PARENKIM LIPATAN SEL-SEL DENGAN DINDING SEL YANG MENGALAMI LIPATAN KE ARAH DALAM, BANYAK KLOROPLAS X BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  22. 22. Jaringan Penyokong Jaringan PENYOKONG adalah jaringan yang menunjang bentuk tubuh tumbuhan Dinding sel tebal dan kuat Mengalami spesialisasi Menegakkan batang dan menguatkan daun Melindungi tumbuhan dari gangguan mekanis Melindungi embrio di dalam biji Melindungi jaringan pengangkut BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4 FUNGSI
  23. 23. • AKTIF MENGADAKAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN • TERSUSUN DARI SEL HIDUP • UKURAN DAN BENTUK SEL BERAGAM • PENEBALAN DINDING TIDAK TERATUR • ISI SEL MENGANDUNG KLOROPLAS DAN TANIN • PLASTIS (SENYAWA POLIFENOL (BERPERAN MEMBERI WARNA PADA TUMBUHAN) YANG BERASAL DARI TUMBUHAN DAN BERASA PAHIT DAN KELAT YANG BEREAKSI DENGAN MENGGUMPALKAN PROTEIN ATAU BERBAGAI SENYAWA ORGANIK LAINNYA TERMASUK ASAM AMINO DAN ALKALOID BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4 Jaringan Kolenkim
  24. 24. Jaringan Sklerenkim • BERHENTI MENGADAKAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN • DINDING SEKUNDER YANG TEBAL • MENGANDUNG ZAT LIGNIN • BERSIFAT KENYAL • TIDAK MENGANDUNG PROTOPLAS BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4 Batok kelapa
  25. 25. Jaringan Vaskuler Jaringan VASKULER adalah jaringan pada tumbuhan tingkat tinggi yang berfungsi mengangkut air, garam mineral dan zat hasil fotosintesis XILEM FLOEM BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  26. 26. XILEM : MENGANGKUT AIR DAN GARAM-GARAM MINERAL DARI AKAR MENUJU KE DAUN SEL-SELNYA TELAH MATI, BERDINDING TEBAL, MENGANDUNG ZAT LIGNIN FLOEM : MENGANGKUT DAN MENDISTRIBUSIKAN ZAT MAKANAN HASIL FOTOSINTESIS DARI DAUN KE SELURUH BAGIAN TUMBUHAN TERSUSUN DARI SEL-SEL HIDUP DAN MATI BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  27. 27. Pengangkutan air dan mineral Dibedakan menjadi 2 • Ekstravaskular a. Apoplas b. Simplas • Intravascular, melalui xylem BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  28. 28. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  29. 29. Jaringan Sekretori Jaringan SEKRETORI adalah sekumpulan sel yang berfungsi menghasilkan zat Saluran getah Sel-sel resin dan minyak Sel-sel lendir Sel-sel penyamak Sel-sel mirosin BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  30. 30. Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan yang memiliki tujuan tertentu. APA ITU ORGAN? Organtumbuhan AKAR: BATANG DAUN VEGETATIF BUNGA: BUAH GENERATIF BIJI BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  31. 31. AKAR BERDASARKAN ASALNYA : Meristem PRIMER AKAR SEKUNDER • TUMBUH SEJAK EMBRIO HINGGA TUMBUHAN MATI • MENEGAKKAN TUMBUHAN DAN MENYERAP AIR, GARAM MINERAL • MUNCUL DARI BATANG, DAUN DAN JARINGAN LAIN • BERSIFAT PERMANEN ATAU TEMPORER • MENYERAP AIR DAN MENGALAMI MODIFIKASI BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  32. 32. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  33. 33. Akar Monokotil Perbedaan akar monokotil dan dikotil Akar Dikotil BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  34. 34.  Batang merupakan bagian tumbuhan yang berada dipermukaan tanah. Berasal dari batang lembaga pada embrio.  Pada batang terdapat : • Buku (nodus) : bagian batang tempat munculnya daun • Ruas (internodus) : bagian diantara dua buku  Fungsi : sebagai tempat duduk daun, sarana lintasan air, mineral dan makanan.  Ada perbedaan antara batang dikotil dan batang monokotil. BATANG BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  35. 35. BATANG DIKOTIL SUSUNAN JARINGAN : 1. EPIDERMIS 2. KORTEKS 3. ENDODERMIS 4. STELE : -perisikel -parenkim -vasis (berkas pengangkut) teratur melingkar TIPE VASIS : Kolateral Terbuka BATANG MONOKOTIL SUSUNAN JARINGAN : 1. EPIDERMIS 2. HIPODERMIS/KORTEKS 3. STELE : -parenkim -vasis (berkas pengangkut) tersebar tidak teratur TIPE VASIS : Kolateral Tertutup BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  36. 36. Batang Dikotil Batang Monokotil BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  37. 37. DAUN ORGAN TUMBUHAN YANG BERPERAN SEBAGAI PENGOLAH MAKANAN TIPE DAUN DIBEDAKAN ATAS: TIPE DORSIVENTRAL TIPE ISOBILATERAL • PALISADE HANYA DI SISI ATAS • TUMBUH HORIZONTAL • HAMPIR DI SEMUA DIKOTIL • PERMUKAAN ATAS DAN BAWAH SERAGAM • TUMBUH VERTIKAL • HAMPIR DI SEMUA MONOKOTIL BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  38. 38. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4 STRUKTUR DAUN
  39. 39. BUNGA TIPE BUNGA DIBEDAKAN ATAS: ORGAN TUMBUHAN SEBAGAI ALAT REPRODUKSI SEKSUAL PADA TUMBUHAN BUNGA SEMPURNA BUNGA LENGKAP MEMILIKI PUTIK DAN BENANG SARI (ALAT REPRODUKSI) MEMILIKI ALAT REPRODUKSI DAN PERHIASAN BUNGA : KELOPAK DAN MAHKOTA BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  40. 40. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  41. 41. BUAH BERDASARKAN SIFAT PERIKARPIUM: MERUPAKAN PERKEMBANGAN LEBIH LANJUT DARI BAKAL BUAH BUAH KERING PECAH BUAH KERING TAK PECAH BUAH BERDAGING BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  42. 42. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4 STRUKTUR BUAH
  43. 43. BIJI BERDASARKAN ADA-TIDAKNYA ENDOSPERM: MERUPAKAN PERKEMBANGAN LEBIH LANJUT DARI BAKAL BIJI ENDOSPERMA NON-ENDOSPERMA BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  44. 44. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4 PERBEDAAN DIKOTIL DAN MONOKOTIL
  45. 45. Transportasi pada Tumbuhan Ekstravaskuler Apoplas Simplas Intravaskuler BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  46. 46. Proses Pengangkutan Ekstravaskuler • Air akan masuk melalui sel epidermis akar, kemudian bergerak di antara sel-sel korteks. Air harus melewati sitoplasma sel-sel endodermis untuk mencapai stele. Setelah sampai di stele, air akan bergerak bebas di antara sel-sel. Ada 2 macam: – Apoplas: Masuknya air tanah secara difusi bebas/transport pasif melalui dinding sel dan ruang-ruang antarsel. Apoplas tidak dapat terjadi saat melewati endodermis – Simplas: Kebalikan dari transportasi apoplas. Terjadi secara osmosis dan transport aktif melalui plasmodesmata. Transportasi simplas dimulai dari sel-sel rambut akar ke sel-sel parenkim korteks, sel endodermis, sel perisikel dan akhirnya ke xylem. • Pengangkutan mineral melalui transport aktif karena melawan gradien konsentrasi. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  47. 47. Proses Pengangkutan Intravaskuler Pengangkutan melalui xylem dari akar menuju bagian atas tumbuhan. Pada tulang daun terdapat ikatan pembuluh. Air dari xylem tulang daun masuk ke jaringan bunga karang pada mesofil. Setelah itu, air dan garam-garam mineral disimpan untuk digunakan dalam proses fotosintesis dan transportasi. Transportasi pada trakea lebih cepat dibanding pada trakeid. Mengikuti beberapa teori:  Teori vital: Perjalanan air dari akar dapat terlaksana karena adanya sel-sel hidup  Teori Dixon Joly: Naiknya air ke atas karena tarikan dari atas, dan air selalu bergerak ke daerah kering.  Teori tekanan akar: Air dan mineral naik ke atas karena adanya tekanan akar yang terjadi karena perbedaan konsentrasi air. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4 Tekanan Akar
  48. 48. Jaringan embrional  Jaringan muda yang sel-selnya selalu aktif membelah dan merupakan hasil dari pembelahan zigot yang mengalami spesialisasi Berdasarkan lapisan embrionalnya hewan dikelompokkkan menjadi diploblastik dan triplobastik. Contoh: • diploblastik coelenterata • Triplobastik  platyhelmintes, mollusca, arthropoda, dan chordata BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  49. 49. Jaringan epitel jaringan yang melapisi permukaan tubuh, rongga tubuh, organ tubuh, atau permukaan saluran tubuh. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  50. 50. MACAM JARINGAN FUNGSI LOKASI EPITEL SIMPLEKS difusi atau filtrasi melalui permukaan yang permiabel secara selektif pada dinding pembuluh darah, limfa, ginjal, dan selaput jantung. EPITEL SILINDRIS SELAPIS sekresi, absorpsi, penghasil mukus dan proteksi pada dinding usus, dinding lambung dan kelenjar pencernaan EPITEL KUBUS SELAPIS sekresi, pengasil mukus dan absorpsi kelenjar tiroid, ovarium, dan tubula ginjal. EPITEL SILINDRIS BERSILIA penghasil mukus, getaran silianya menghalau benda asing yang masuk dinding dalam rongga hidung, saluran trakea, bronkus, dan dinding dalam saluran oviduk EPITEL SIMPLEKS
  51. 51. MACAM JARINGAN FUNGSI LOKASI Epitel pipih berlapis banyak proteksi terhadap pengaru luar dan penghasil mukus pada rongga mulut, permukaan kulit, esofagus, dan rongga hidung epitel kubus berlapis banyak sekresi, proteksi, penhasil mukus pada kelenjar keringat dan kelenjar minyak -Epitel silindris berlapis banyak proteksi, sekresi, dan gerakan zat-zat melewati permukaan saluran-saluran eksresi, kelenjar ludah, dan uretra -Epitel silindris berlapis banyak (semu) proteksi, sekresi, dan gerakan zat-zat melewati permukaan saluran ekskresi besar, rongga hidung dan saluran pernapasan lain Epitel transisional memungkinkan perubahan ‘bentuk’ pada organ yang dilapisinya, menahan regangan dan tekanan melapisi kandung kemih, ureter, uretra dan ginjal EPITEL KOMPLEKS
  52. 52. GAMBAR EPITEL KOMPLEKS • Epitel pipih berlapis banyak • epitel kubus berlapis banyak • Epitel silindris berlapis banyak • Epitel silindris berlapis banyak (semu) • Epitel transisional
  53. 53. Epitel berdasarkan struktur dan fungsi • Jaringan epitel kelenjar  Didalamnya terdapat sel-sel khusus yang mampu menghasilkan getah cair.  Pada umumnya dikhususkan untuk pembuatan, penyimpana dan sekresi zat-zat kimia.  Dua kelenjar utamanya yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  54. 54. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  55. 55. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  56. 56. - Kelenjar eksokrin Mempunyai saluran pengeluaran untuk menyalurkan hasil sekresinya. Berdasarkan banyaknya sel penyusunya dibedakan menjadi uniselular dan multiselular. Contoh uniselular yaitu sel goblet yang terdapat pada lapisan usus halus dan saluran pernapasan. - Kelenjar endokrin Kelenjar yang mempunyai sel-sel sekresi yang khas dan tidak mempunyai saluran, sehingga sekret langsung masuk ke cairan jaringan dan ke pembuluh darah. Contoh: kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid dan kelenjar adrenal BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  57. 57. • Jaringan epitel penutup Berfungsi melapisi permukaan tubuh dari jaringan lainnya. Terdapat di permukaan tubuh, permukaan organ, atau melapisi rongga. Fungsi jaringan epitel: • Proteksi jaringan di dalamnya • Sebagai kelenjar • Reseptor • Pintu lalu lintas zat BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  58. 58. Jaringan Otot • Kumpulan sel-sel otot yang tugasnya untuk menggerakan berbagai bagian tubuh karena mempunyai kemampuan untuk berkontraksi • Jaringan otot dibedakan menjadi 3, Jaringan otot polos, lurik dan jantung Otot Polos Sel-selnya berbentuk kumparan halus, disetiap sel terdapat inti berbentuk oval Mempunyai serabut yang homogen, bentuk sel yang menyerupai gelendong, bagian tengah membesar dan ujung meruncing Gerakannya tak sadar (Otot involunter), memberi gerakan di luar kemauan Reaksi terhadap rangsangan lambat, kontraksi sangat lambat dan lama, tetapi tidak mudah lelah Ciri-ciri sebagai berikut: Ditemukan di saluran pernafasan, saluran pencernaan, pembuh darah, pembuluh getah bening dan kulit Terdapat pada alat-alat tubuh bagian dalam (Visera) misal, pada pembuluh darah, pembuluh limfa, saluran pencernaan, kandung kemih, dan saluran pernafasan BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  59. 59. Otot Lurik Disebut otot rangka karena sebagian besar otot ini melekat pada rangka Mempunyai banyak inti yang terletak di bagian pinggir, serabut kontraktil yang memantulkan cahaya gelap dan terang (anisotrop dan isotrop), berbentuk silindris (serabut panjang) Mempunyai fibril dan setiap fibril tersusun atas miofibril dan setiap miofibril tersusun atas senyawa protein rangkap, aktin dan miosin Ciri-ciri sebagai berikut: Gerakannya disadari (Volunter), berfungsi menggerakan tulang dan melindungi rangka dari benturan benda lain Reaksi terhadap rangsangan cepat, kontraksi otot cepat tetapi tidak teratur dan mudah lelah Selain rangka, terdapat di lidah, bibir, kelopak dan diafragma BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  60. 60. Otot Jantung Strukturnya menyerupai otot lurik, sedangkan sifatnya menyerupai otot polos Sel-selnya berinti satu, otot ini hanya terdapat di jantung Gerakan tak sadar (involunter), berfungsi memompa darah keluar dari jantung (terlihat pada saat otot berkontraksi) Ciri-ciri sebagai berikut: Reaksi terhadap rangsang lambat, kontraksi berlangsung secara otomatis, tidak pernah lelah Tersusun atas serabut lurik yang bercabang-cabang dan saling berhubungan satu dengan lainnya Ciri khas: mempunyai diskus interkalaris yaitu pertemuan dua sel yang tampak gelap jika dilihat dengan mikroskop Pembeda Polos Lurik Jantung Inti sel Satu di tengah Banyak di pinggir Satu Sifat kerja Tak sadar Sadar Tak sadar Reaksi thdp rangsang Lambat Cepat Lambat Letak Dinding saluran tubuh, pembuluh darah, anus Pada rangka Pada jantung PERBEDAAN KETIGA OTOT TERSEBUT BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  61. 61. Jaringan pengkuat (Penyokong/Penunjang) Beberapa fungsi: 1. Menyokong tubuh 2. Membentuk suatu selubung pelindung di sekeliling organ lemah, 3. Menyatukan jaringan-jaringan menjadi organ, dan organ-organ menjadi sistem organ Macam-macam: a. Jaringan ikat b. Jaringan tulang rawan c. Jaringan tulang keras d. Jaringan darah e. Jaringan limfe BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  62. 62. Jaringan Ikat • Tersusun atas serabut yang menyokong sel-sel tumbuhan • Berfungsi untuk Menyatukan jaringan-jaringan menjadi organ, dan organ-organ menjadi sistem organ Ikat Longgar Ikat Padat Ciri-Ciri: - Sel-selnya tersusun atas matriks - Matriks mengandung serabut kolagen elastis - Terdapat di organ pembungkus pembuluh darah dan saraf - Contoh: Fibroblas, sel plasma, makrofag, sel darah putih Ciri-ciri: - Terbuat dari serabut kolagen berwarna putih (Jaringan ikat serabut putih) - Sifatnya fleksibel, tidak elastis - Terdapat pada selaput urat, selaput pembungkus oto, ligamen, dan tendon Fungsi: - Membentuk membran yang membatasi jantung dan rongga perut - Mengikat kulit dan jaringan di bawahnya - Mengelilingi pembuluh darah dan saraf - Pengikat lapisan epitel pipih membentuk mesenterium - Membantu melekatkan organ pada otot dinding tubuh - Memberi bentuk organ Fungsi: - menghubungkan berbagai organ tubuh, - memberi sokongan, dan - melindungi organ tubuh BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  63. 63. Jaringan Tulang Rawan • Tersusun atas sel-sel tulang rawan dalam matriks • Matriks terdiri atas kondrio (Zat yang terbuat dari mukopolisakarida dan fosfat) • Berfungsi pemberi sokongan pada awal embrio, menunjang jaringan lunak dan organ dalam, melicinkan permukaan tulang dan sendi • Tulang rawan tidak mempunyai saraf dan pembuluh darah BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  64. 64. Tulang Rawan Hialin Tulang Rawan Fibrosa Tulang Rawan Elastis - Matriks berwarna putih kebiru- biruan mengkilat, jernih dan transparan - Terdapat pada permukaan tulang, sendi, pembuluh bronkus, laring, cincin tulang rawan, trakea, ujung tulang rusuk, dan melekat pada tulang dada, dan pada ujung-ujung tulang panjang - Matriks yang gelap dan keruh - Serabut kolagennya membentuk satu berkas dan tersusun sejajar - Terdapat pada persendian tulang pinggang, perlekatan ligamen tertentu pada tulang, cakram antarruas tulang belakang dan perlekatan tulang kemaluan - Matriks berwarna keruh kekuning-kuningan - Mengandung serabut kolagen yang berstruktur jala - Terdapat pada telinga bagian luar (daun telinga), epiglotis, pembuluh eustachius dan laring - Berfungsi membentuk sebagian besar rangka embrional, menguatkan jalannya pernafasan, membantu sendi bergerak bebas, membantu, membantu pertumbuhan tulang panjang, dan memberikan peluang pada tulang rusuk untuk bergerak secara bebas - Berfungsi memberikan sokongan dan proteksi (perlindungan) - Berfungsi memberikan fleksibilitas dan sokongan BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  65. 65. Jaringan Tulang Keras • Terdiri dari sel-sel (osteon) yang tersimpan dalam matriks • Matriks mengandung sedikit kolagen dan garam mineral • Garam mineral terdiri atas 85% kalsium fosfat, 10% kalsium karbonat, 4% magnesium klorida, 1% kalsium fluorida, sehingga susuna tulang menjadi keras dan kaku • Endapan garam mineral menyusun dan melingkari bagian pusat ehingga membentuk pita yang disebut lamela. Pada batas lamela terdapat lakuna yang didalamnya terdapat sel tulang. Setiap tulang dibungkus oleh periosteum (Jaringan pengikat fibrosa yang membentuk lembaran pipih dan liat) • Lamela dan lakuna membuat sebuah sistem yang disebut sistem Havers • Dua saluran Havers dihubungkan oleh saluran Volkman Berdasarkan susunan matriksnya, jaringan tulang dibedakan menjadi: Tulang keras atau tulang kompak yang susunannya rapat Tulang spons yang susunan matriksnya longgar BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  66. 66. Jaringan Darah • Jaringan penyokong yang sifat dan kondisi fisiknya berbeda dengan jaringan penyokong lainnya. • Jaringan ini berupa cairan dengan komponen utamanya adalah sel-sel darah dan plasma darah Sel-sel darah Plasma darah - Sel darah dibedakan menjadi 3, yaitu sel darah merah (eritrosit yang berfungsi untuk mengangkut oksigen), sel darah putih (leukosit yang berfungsi melawan benda benda asing yang masuk ke dalam tubuh), dan keping darah (trombosit yang berfungsi dalam proses pembentukan darah) - Komponen terbesar di dalam plasma darah adalah air (berperan untuk mengangkut sari makanan), hormon, zat sisa hasil metabolisme, antibodi dan lain-lain - Secara umum darah mempunyai fungsi: • Mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh (plasma darah) • Mengangkut sisa oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh (plasma darah) • Mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu (plasma darah) • Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh (sel darah putih) • Menutup luka (keping darah) • Menjaga kestabilan suhu tubuh BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  67. 67. Jaringan Limfe • Limfe (getah bening) merupakan bagian dari darah yang keluar dari pembuluh darah • Jaringan limfe dibedakan menjadi 2 komponen, yaitu komponen utama dan komponen seluler • Komponen utamanya adalah air (terlarut glukosa, lemak, dan garam) • Komponen selulernya berupa limfosit dan granulosit (merupakan bagian dari sel darah putih) BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  68. 68. Jaringan Saraf • Terdiri dari sel-sel saraf (neuron) yang mempunyai struktur bercabang-cabang. Neuron mendapat suplai makanan melalui sel neuroglia yang menyelubunginya. Neuron terdiri atas: – Badan sel saraf yang mengandung inti sel dan neuroplasma – Neurit/akson, cabang panjang yang berfungsi membawa impuls meninggalkan badan sel saraf. – Dendrit, cabang pendek yang berfungsi membawa impuls ke badan sel saraf • Titik pertemuan akson yang satu dengan neuron yang lain disebut sinapsis. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  69. 69. Sel Saraf • Berfungsi menyampaikan pesan dari organ ke saraf pusat, baik sumsum belakang atau otak. Sensorik Motorik Konektor • Bertugas mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. • Berfungsi menghubungkan sel saraf motorik dan sensorik. BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  70. 70. Jaringan Lemak • Bentuknya longgar, tersusun atas sel-sel lemak yang berbentuk bulat atau polygonal, dinding selnya tipis dan di dalam selnya terdapat rongga penuh tetes lemak yang dikhususkan untuk menyimpan lemak. Jaringan ini terdapat di seluruh tubuh, khususnya di bawah kulit, di sekitar alat-alat dalam, di sekitar persendian dan di dalam sumsum tulang pipa. • Fungsi jaringan lemak: – Menyimpan lemak – Menyimpan cadangan makanan – Bantalan lemak – Proteksi dan isolasi – Melindungi hilangnya panas secara berlebih BAB 2 : JARINGAN TUMBUHAN & HEWAN BIOLOGIKELOMPOK 4
  71. 71. THANK YOU

×