Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Aliran Filsafat Pendidikan

325 views

Published on

Presentasi Mata Kuliah Filsafat Pendidikan

Published in: Education
  • Login to see the comments

Aliran Filsafat Pendidikan

  1. 1. Filsafat Pendidikan Aliran-aliran Filsafat Pendidikan Cecep KustandiCecep Kustandi 081564878877081564878877 cecepkustandi@gmail.comcecepkustandi@gmail.com
  2. 2. STANDAR KOMPETENSI STANDAR KOMPETENSI:  Memahami aliran-aliran filsafat pendidikan
  3. 3. KOMPETENSI DASAR Mahasiswa mengetahui dan memahami aliran Fundamentalisme dan intelektualisme • Memahami aliran filsafat fundamentalisme • Memahami aliran filsafat intelektualisme
  4. 4. Tujuan Mahasiswa dapat menjelaskan : 1. Menjelaskan karakteristik aliran filsafat pendidikan fundamentalisme 2. Mengemukakan fungsi pengetahuan menurut aliran filsafat pendidikan fundamentalisme 3. Menjelaskan pandangan aliran filsafat fundamentalisme terhadap pendidikan 4. Menjelaskan karaktersitik aliran filsafat pendidikan intelektualisme 5. Mengemukakan kriteria kebenaran menurut faham filsafat pendidikan intelektualisme 6. Menjelaskan pandangan aliran intelektualisme terhadap pendidikan
  5. 5. MATERI Aliran Fundamentalisme Pendidikan Karakteristik Aliran Fundamentalisme Pendidikan
  6. 6. Aliran Fundamentalisme Pendidikan Seperti yang diungkap Willian F. Oneil (Oneil, 2002: 250-251) dapat dikarakterisasikan sebagai berikut: • Ia yakin bahwa pengetahuan terutama merupakan alat untuk membangun kembali masyarakat dalam mengejar pola kesempurnaan moral yang pernah ada di masa silam.
  7. 7. Lanjutan • Ia menekankan bahwa manusia adalah agenmoral, menekankan ketaatan terhadap aturan moral yang jelas dan lengkap, dan menekankan nilai patriotisme yang dirumuskan secara sempit. • Secara diam-diam ataupun terang-terangan anti-intelektual, menentang pengujian kritis terhadap pola-pola keyakinan dan perilaku yang mereka pilih.
  8. 8. Lanjutan • Pendidikan pertama-tama dipandang sebagai proses regenerasi moral. • Memusatkan perhatian pada tujuan asli tradisi- tradisi serta lembaga-lembaga sosial yang ada, menekankan kembali ke masa silam sebagai sebuah orientasi-ulang yang bersifat korektif terhadap pandangan modern yang terlalu menekankan masa kini dan masa depan.
  9. 9. Lanjutan • Menekankan pengenalan kembali cara- cara lama yang sudah teruji oleh waktu, kebutuhan untuk kembali kepada kebaikan-kebaikan nyata atau yang dikhayalkan ada di era yang lalu.
  10. 10. Lanjutan • Berdasarkan pada sistem sosial dan atau keagamaan yang tertutup yang menjadi ciri era sebelumnya, membela gerakan kembali kepada kondisi-kondisi yang lebih baik yang pernah berlangsung.
  11. 11. Lanjutan • Berdasarkan perkiraan-perkiraan yang tersirat dan atau yang tidak pernah diuji kebenarannya tentang hakikat kenyataan, yang umumnya didasarkan pada akal sehat atau kepastian intuitif atau iman keagamaan.
  12. 12. Lanjutan • Menganggap bahwa wewenang intelektual tertinggi berada di tangan komunitas orang-orang yang memiliki iman sejati, bahwa kebenaran ditentukan melalui kesepakatan di antara orang-orang yang telah mencapai pencerahan moral.
  13. 13. Aliran Intelektualisme Pendidikan a. Karakteristik Aliran Intelektualisme Pendidikan Intelektulisme pendidikan seperti yang diungkap Willian F. Oneil (Oneil, 2002: 287- 288) dapat dikarakterisasikan sebagai berikut:  Menganggap bahwa pengetahuan adalah sebuah tujuan dalam dirinya sendiri, bahwa ‘tahu’ bukanlah sekedar cara meningkatkan keefektifan perilaku praktis semata.
  14. 14. Aliran Intelektualisme Pendidikan  Menekankan manusia sebagai manusia yakni bahwa manusia memiliki hakikat universal yang melampaui keadaan-keadaan tertentu di suatu saat atau tempat.  Menekankan nilai-nilai intelektualisme tradisional yaitu pemupukan nalar serta penerusan kebijaksanaan spekulatif (filosofis).
  15. 15. Aliran Intelektualisme Pendidikan  Memandang pendidikan sebagai sebuah orientasi ke arah kehidupan secara umum, bukan sebagai hal penyesuaian situasional.
  16. 16. Aliran Intelektualisme Pendidikan  Berpusat pada sejarah intelektual manusia sebagaimana dirumuskan dengan tradisi intelektual Barat yang dominan (klasikisme).
  17. 17. Aliran Intelektualisme Pendidikan Menekankan stabilitas filosofis sebagai prioritas yang lebih tinggi ketimbang kebutuhan akan perubahan, menekankan stabilitas intelektual dan keberlanjutan (kontinuitas), apa yang biasa disebut ‘kebenaran kekal (perenial)’ yang melampaui ruang dan waktu.
  18. 18. Aliran Intelektualisme Pendidikan Berdasarkan pada sistem ideologis tertutup yang berisi kemutlakan- kemutlakan filosofis. Berdiri di atas landasan kebenaran- kebenaran yang terbukti dengan sendirinya, yang inheren di dalam nalar dan atau kenyataan itu sendiri.
  19. 19. Aliran Intelektualisme Pendidikan Menganggap bahwa wewenang intelektual tertinggi terletak pada kecerdasan (intelek) itu sendiri, bahwa kebenaran dapat dipahami lewat cara penalaran murni
  20. 20. DAFTAR PUSTAKA 1. Djumberansyah Indar, Filsafat Pendidikan 2. Noor Syam, Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan 3. Jalaludin &Abdullah, Filsafat Pendidikan 4. Barnabid, Filsafat Pendidikan, Sistem dan Metode 5. Ali Saifullah, Filsafat dan Pendidikan 6. Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidikan 7. Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam 8. M. Fadhil Jamali, Filsafat dalam Islam 9. M. Al-Raumil al-Syakani, Filsafat

×