Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Budidaya Unggas Petelur

28,164 views

Published on

Prakarya kelas XII semester 1

Published in: Business
  • Sex in your area is here: ♥♥♥ http://bit.ly/39pMlLF ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Dating direct: ♥♥♥ http://bit.ly/39pMlLF ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Budidaya Unggas Petelur

  1. 1. Kelompok 3 Anggota : • Disty Ridha H (10) • Mariyanti Panduwinata S. (16) • Tri Vivi I. (30) • Yana Okta S.P (35) SMAN 11 SURABAYA TAHUN PELAJARAN 2015 - 2016 XII MIA 7
  2. 2. A C F EB D
  3. 3. A. Budidaya untuk mencapai ketahanan pangan • Menurut UU pangan nomor 18 tahun 2012 ,pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian,perkebunan,kehutanan,perikanan,peternakan,perairan, dan air,baik yang di olah maupun tidak di olah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan ,dan bahan lainnya di gunakan dalam proses penyiapan,pengolahan,dan atau pembuatan makanan atau minuman. • Pangan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi manusia untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Nutrisi yang di butuhkan manusia terdiri dari karbohidrat,protein,lemak,vitamin,dan mineral. Sumber pangan terdiri dari pangan nabati dan pangan hewani. Pangan nabati berasal dari tanaman, sedangkan pangan hewani berasal dari hewan terutama lemak dan protein.
  4. 4. Menurut Undang-Undang RI nomor 7 tahun 1996 tentang pangan bahwa ketahanan pangan adalah suatu kondisi dimana setiap individu dan rumah tangga memiliki akses secara fisik,ekonomi,dan ketersediaan pangan yang cukup,aman,serta bergizi untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan seleranya bagi kehidupan yang aktif dan sehat. Terdapat tiga pilar utama dalam ketahanan pangan yaitu : ketersedian yang cukup,distribusi yang lancar dan merata,serta konsumsi yang aman dan berkecukupan gizi bagi seluruh individu masyrakat. Di antara ketiga pilar itu ketahanan pangan,usaha untuk meningkatkan produksi pangan mendapatkan perhatian lebih banyak. Setelah dapat meningkatkan produksi panan, maka tahap berikutnya adalah mendistribusikan pangan yang di hasilkan. Distribusi pangan sangat penting agar pangan dapt di peroleh oleh konsumen. Distribusi pangan tidak terlepas dari aspek pemasaran. Budidaya adalah tindakan mengelola sumber daya nabati untuk di ambil hasilnya.Budidaya juga dapat di artikan sebagai usaha memelihara tanaman atau ternak mulaidari menyiapkan benih atau bibit untuk di panen hasilnya. Budidaya ternak adalah satu usaha untuk mendapatkan hasil dari peternakan. Salah satu budidaa ternak adalah telur. Telur adalah bahan pangan yang kaya akan kandungan protein dan lemak.
  5. 5. • B. Kewirausahaan Budidaya Unggas Telur pemenuhan kebutuhan pangan dapat di lakukan dengan cara memproduksi pangan sendiri mellui kegiatan budidaya. Budidaya ternak unggas menjadi salah satu usaha untuk ,emproduksi pangan khususnya telur. Peluang wirausaha di bidang budidaya ternak unggas petelur sangat besar karena kebutuhan telur untuk memenuhi nutrisi masyarakat sangat tinggi. Sebelum melakukan wirausaha di bidang usaha ternak ayam petelur ,terlebih dahulu harus mengenal teknik budidaya unggas petelur. Dalam berwirausaha,hal penting yang harus di perhatikan adalah pemasaran produk yang di hasilkan. Sebelum memulai wirausaha, terlebih dahulu harus memahami pemasaran produk budidaya yang di hasilkan. Tantangan dalam berwirausaha adalah pemasaran produk yang di hasilkan. Keberhasilan wirausaha sangat di tentukan oleh peluang pasar dari produk yang di hasilkan. Sebelum memeulai wirausaha terlebih dahulu pelajarilah produk sejenis yang sudah ada di pasar. Supaya produk yang di hasilkan dapat di terima oleh pasar,buat produk budidaya yang di hasilkan lebih baik dari yang sudah ada. Produk budidaya unggas petelur berfungsi sebagai pangan . Dalam proses yang di lakukan harus mengacu pada cara budidaya ternak yang baik sehingga dapat menghasilkan pangan yang sehat dan higienis.
  6. 6. C. Mengenal Unggas • Unggas adalah jenis hewan yang termasuk ke dalam kelompok burung-burungan. • Ciri-ciri unggas : • Bersayap • Berbulu • Berkaki • Memiliki paruh • Macam – macam unggas : • Unggas petelur (yang dipelihara untuk menghasilkan telur) • Unggas pedaging
  7. 7. Unggas Petelur Ayam Burung puyuh Angsa Bebek / entok Itik
  8. 8. Ayam Ayam Pedaging Ayam Petelur Ayam Dwiguna Ayam Ornamental
  9. 9. Ayam Pedaging Ayam pedaging memiliki tubuh berukuran besar sehingga mengandung banyak daging, pertumbuhan cepat, bergerak lamban, dan tenang, serta sebagian memiliki cakar dan kaki berbulu.
  10. 10. Ayam Petelur Ayam petelur berbadan ramping dan ringan serta mencapai dewasa lebih cepat. Ayam petelur terdiri atas dua jenis, yaitu : Ayam Petelur Ringan Ayam Petelur Medium
  11. 11. Ayam Petelur Ringan Ciri - ciri : 1. Mempunyai badan yang ramping dan kecil 2. Buluberwarna putih 3. Berjengger merah Ayam petelur ringan (ayam petelur putih) mampu bertelur sampai 260 butir setiap tahun.
  12. 12. Ayam Petelur Medium Ciri-ciri : 1. Bobottubuh yang lebihbesar dari ayampetelurputih. 2. Memilikitelurberwarna coklat. 3. Teluryang dihasilkanberukuran lebihbesar daripadateluryang dihasilkanolehpetelurputih. 4. Jumlahteluryangdihasilkanlebihsedikit.
  13. 13. Ayam Dwiguna Ayam dwiguna adalah ayam yang dibudidayakan untuk menghasilkan telur dan daging. Ayam ini memiliki badan berukuran sedang, tapi bergerak tidak lamban dan kemampuan bertelur cukup baik.
  14. 14. Ayam Ornamental Ayam Ornamental adalah ayam yang digunakan untuk fungsi keindahan baik suara maupun bulunya. Ayam ornamental ditandai dengan warna bulu dan bentuk badan yang indah serta suara yang merdu.
  15. 15. Itik Itik merupakan unggas yang hidup di air. Itik memiliki badan kecil dan ramping serta dapat bergerak lincah
  16. 16. Bebek / entok Bebek juga merupakan unggas air yang memiliki badan lebih gemuk dan bergerak lebih lamban dibandingkan dengan itik.
  17. 17. Angsa Angsa merupakan unggas air yang : - memiliki badan lebih tinggi dan besar - bulu berwarna putih - memiliki leher yang lebih panjang
  18. 18. Burung puyuh Burung puyuh merupakan salah satu jenis burung yang banyak diternakkan untuk komersial. Burung puyuh memiliki bulu yang berwarna coklat bercak-bercak hitam putih. Burung puyuh terlihat pendek dan gemuk.
  19. 19. Budidaya Unggas Petelur Budidaya unggas petelur merupakan usaha pengelolahan sumber daya hayati berupa unggas dengan tujuan untuk dipanen hasilnya Sarana dan Peralatan Budidaya Unggas Petelur Teknik Budidaya Unggas Perelur
  20. 20. Sarana dan Peralatan Budidaya Unggas Petelur Kandang Peralatan Kandang Bibit Ayam Pakan Obat obatan, Vitamin, dan hormon pertumbuhan Peralatan Panen
  21. 21. Kandang Kandang adalah kebutuhan utama dalam usaha budidaya ternak unggas. Kandang berguna untuk 1. Menjaga agar unggas tidak berkeliaran 2. Memudahkan pemeliharaan 3. Memudahkan pemanenan atau pengumpulan hasil ternak 4. Memperoleh hasil panen yang berkualitas Keuntungan dari kandang Battery : 1. Memudahkan mengambil dan mengumpulkan telur 2. Menghindarkan kerusakan telur oleh unggas 3. Memperoleh telur yang bersih dari kotoran unggas 4. Menghindari kanibalisme antar unggas back
  22. 22. Peralatan kandang • Selain kandang dibutukan juga peralatan kandang. Biasanya kandang harus dilengkapi dengan tempat makan dan minum sehingga harus tersedia dalam jumlah yang cukup
  23. 23. Bibit Ayam Bibit ayam yang digunakan disebut DOC (Day Old Chicken) / ayam umur sehari. Syarat bibit DOC : 1. Anak ayam (DOC) berasal dari induk yang sehat 2. Buluh tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya 3. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya 4. Anak ayam mempunyai nafsu makan yang baik 5. Ukuran badan normal, yaitu mempunyai berat badan antara 35 - 40 gram 6. Tidak ada letakan tinja di duburnya
  24. 24. Pakan Bahan Nilai Kadar air Maksimum 14% Protein Kasar Minimun 16.0% Lemak Kasar Maksimum 7.0% Abu Maksimum 14.0% Kalsium (Ca) 3.25-4.25% Phospor (P) total 0.6-1.0% Energi Termetabolis Minimum 2650 Kkal/kg Aflatoksin Maksimum 50 g/kg Lisin Minimum 0.8% Metionin Minimum 0.35% Metionin + sistein Minimum 0.6% Pakan adalah campuran dar beberapa bahan baku pakan, baik yang sudah lengkap maupun yang masih akan dilengkapi. Pakan unggas terdiri atas campuran bahan makanan seperti jagung kedelai dan bahan lainnya sehingga memiliki komposisi nutrisi, karbohidrat, serat kasar, protein, lemak, kalsium, dan fospor.
  25. 25. Obat – obatan, Vitamin, dan Hormon Pertumbuhan •Obat – obatan diberikan unggas jika diperlukan, yaitu pada saat sakit. Sedangkan Vitamin berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan menjaga kesehatan unggas. Sedangkan Hormon oertumbuhan berfungsi mempercepat pertumbuhan unggas.
  26. 26. Peralatan Panen • Peralatan Panen adalah wadah untuk mengumpulkan telur, peralatan panen berfungsi untuk mempermudah dan mempercepat panen. Selain itu dapat digunakan untuk mencegah telur yang dihasilkan tidak pecah dan rusak.
  27. 27. Teknik Budaya Unggas Petelur Penyediaan Kandang Pemelihara an Penyediaan Bibit Penyediaan Pakan Panen Pasca Panen
  28. 28. Penyediaan Kandang • Kandang berfungsi agar dapat mencegah ternak kabur dan dapat berlindung dari hujan dan panas
  29. 29. Penyediaan Bibit • Biasanya dapat dikunjungi di penyedia bibit. Untuk mengurangi resiko, dapat menggunakan bibit yang sudah agak besar
  30. 30. Penyediaan pakan • Pakan untuk budidaya ayam kampung dapat menggunakan pelet, tapi untuk menghemat biaya dapat membuat pakan alternatif berbahan dedak, jagung, bungkil, dan tepung tulang. Pakan dibedakan menjadi dua yaitu pakan untuk DOC dan pakan ayam dewasa
  31. 31. Pemeliharaan 1. Pemberian Makan : Pemberian pakan ayam ada 2 fase yaitu fase Starter (umur 0 – 4 minggu) dan fase Finisher (umur 4-6 minggu) • Jumlah pakan yang dibutuhkan petelur berdasarkan umur pada Starter • Jumlah pakan yang dibutuhkan petelur berdasarkan umur pada Finisher no umur Jumlah kebutuhan 1 Minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 2 Minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 3 Minggu ketiga (umur 15-21 hari) 66 4 Minggu ke 4 (umur 22-29 hari) 91 jumlah 1520 No umur Jumlah kebutuhan 1 Minggu k 5 ( umur 30-36 hari) 111 2 Minggu ke 6 (umur 37-43 hari) 129 3 Minggu ke 7 (umur 44-50 hari) 146 4 Minggu ke 8 (umur 51-57) dan hari seterusnya 161 Jumlah 3829
  32. 32. Kebutuhan minum ayam petelur No umur Jumlah kebutuhan 1 Minggu pertama (umur 1-7 hari) 1.8 2 Minggu kedua (umur 8-14 hari) 3.1 3 Minggu ketiga (umur 15-21 hari) 4.5 4 Minggu keempat (umur 22-29 hari) 7.7 5 Minggu kelima (umur 30-36 hari) 9.5 6 Minggu keenam (umur 37-43 hari) 10.9 7 Minggu ketujuh (umur 44-50 hari) 12.7 8 Minggu kedelapan (umur 51-57 hari) sampai seterusnya 14.7 Jumlah
  33. 33. 2. Pemberian minum : pemberian minum pada ayam dilakukan didalam satu wadah 3. Pengendalian penyakit : pengendalian pada unggas petelur dilakukan dengan cara pembersihan kandang secara rutin, memisahkan unggas yang sakit, dan memberikan vaksin. Vaksin dibedakan menjadi 2 yaitu - Vaksin aktif : mengandung virus hidup, kekbalan yang ditimbulkan lebih lama daripada vaksin inaktif - Vaksin inaktif : mengandung virus yang telah dilemahkan/dimatikan tanpa merubah stuktur antigenik sehingga dapat membentuk zat kekbalan
  34. 34. Panen • Hasil yang dipanen dari ayam telur adalah telur ayam. Telur dipanen dalam 3 hari sekali. Pengambulan pertama pada pagi hari 10:00-11:00 pengambilan kedua pada pukul 13:00-14:00 pengambuilan ketiga 15:00-14:00
  35. 35. Pasca Panen • Kegiatan pasca panen meliputi penyortiran dan pembersihan telur. Telur yang sudah disortir langsung dikumpulkan berdasarkan ukuran dan bentuknya. Telur normal adalah telur yang oval, bersih, dan kulitnya mulus serta beratnya 57,6 gram dengan volume sebesar 63 cc. Sedangkan telur yang abnormal bentuknya kecil atau terlalu besar, kulitnya retak atau kering, bentuk nya lonjong. Setelah panen selesai maka dilakukan pemeliharaan kandang dan santisasi kandang • Pemeliharaan kandang : kandang dipelihara secara baik dengan cara dibersihkan secara teratur • Sanitasi kandang : menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar kandang.
  36. 36. E. Perencanaan Wirausaha di Bidang Budidaya Unggas Petelur Hal-hal penting yang harus direncanakan : Menentukan jenis ternak yang akan dibudidayakan Menentukan skala usaha yang akan dibuat Menentukan lokasi kandang
  37. 37. Menentukan jenis ternak yang akan dibudidayakan Menentukan jenis ternak yang akan dibudidayakan Menentukan lokasi kandang Menentukan skala usaha yang akan dibuat Pilih jenis unggas yang produk budidayanya laku dipasaran atau produk yang kompetitornya lebih sedikit.
  38. 38. Menentukan lokasi kandang Berdasarkan pembelajaran sebelumnya, kita sudah dapat menentukan lokasi kandang. Menentukan jenis ternak yang akan dibudidayakan Menentukan lokasi kandang Menentukan skala usaha yang akan dibuat
  39. 39. Menentukan skala usaha yang akan dibuat Untuk mengurangi resiko, dapat dimulai dengan skala usaha yang kecil. Selain menjalankan usaha tersebut bisa juga mempelajari berbagai hal sehingga dapat menjadi pengalaman bila ingin memperbesar usaha tersebut. Menentukan jenis ternak yang akan dibudidayakan Menentukan lokasi kandang Menentukan skala usaha yang akan dibuat
  40. 40. F. PRAKTEK MEMBUAT PROPOSAL

×