Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Proposal Alat Pertaniaan RIce Milling Uni (RMU)

15,689 views

Published on

mudah muhan bermanfaat

Published in: Technology
  • Login to see the comments

Proposal Alat Pertaniaan RIce Milling Uni (RMU)

  1. 1. PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN RICE MILLING UNIT (RMU) DI A J U K A N OLEH: KELOMPOK TANI MAKMU BEUSAREE DESA PALOH MAMPREE KECAMATAN NISAM KABUPATEN ACEH UTARA TAHUN 2015
  2. 2. KELOMPOK TANI MAKMU BEUSAREE GAMPONG PALOH MAMPREE KECAMATAN NISAM KABUPATEN ACEH UTARA Nomor : ......./Klp. Tani/2015 Kepada Yth. Lampiran : 1 (satu) Ex Bapak Bupati Kabupaten Aceh Utara Sifat : Penting C.q. Dinas Pertanian tanaman Perihal : Permohonan Batuan RMU Pangan dan Peternakan Kab. Aceh Utara Di – Tempat 1. Dengan ini kami informasikan kepada Bapak Bupati Aceh Utara bahwa kelompok tani “MAKMU BEUSAREE” Gampong Paloh Mampree Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara mempunyai luas areal sawah 530 ha dengan produksi rata-rata 6,8 ton/ha, setara 3604 ton gabah kering panen/MT atau 7208 ton gabah kering panen/tahun. 2. Karena tidak tersedianya alat pengolahan hasil dalam bentuk Rice Milling Unit (RMU) di tingkat kelompok tani, yang mengakibatkan gabah harus dijual dengan harga murah pada saat panen besar. 3. Kami selaku ketua kelompok tani Makmu Beusaree sangat mengharapkan bantuan dari Bapak Bupati Aceh Utara untuk dapat membantu satu unit Rice Milling Unit (RMU), dan kami bersedia mengikuti semua peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 4. Demikian permohonan ini kami perbuat dan atas bantuannya kami ucapkan terima kasih. Paloh Mampree, 28 April 2015 Ketua Kelompok Tani MAKMU BEUSAREE M. YUSUF H. JAMIL Tembusan : 1. Camat Kecamatan Nisam 2. Arsip I. PENDAHULUAN
  3. 3. Pertanian merupakan basis ekonomi yang paling mendasar bagi masyarakat Kabupaten Aceh Utara demikian juga bagi petani Gampong Paloh Mampree Kecamatan Nisam. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan mendukung Program Pemerintaha untuk mencapai swasembada beras dan peningkatan produksi padi secara nasional, sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Salah satunya dapat dilakukan dengan memfasilitasi kegiatan pasca panen ditingkat kelompok tani. Untuk tercapainya maksud tersebut sangat ditentukan oleh daya dukung sarana dan prasarana pertanian yang diantaranya adalah ketersediaan alat pengolahan hasil dalam bentuk Rice Milling Unit (RMU). Masyarakat Gampong Paloh Mampree Kecamatan Nisam secara umum (100%) bermata pencaharian di bidang pertanian tanaman pangan terutama padi dengan luas areal 530 ha yang sudah dilakukan dengan intensif secara turun temurun. Tetapi sejauh ini petani selalu dirugikan karena posisi tawar yang sangat lemah terutama pada saat panen besar. Dimana hasil panen dijual kepada tengkulak. Sementara luas areal sawah yang kondisinya sama/tetangga dengan desa Paloh Mampree seluas 350 ha terdiri dari desa Panton, Alue Seujingkai, Paloh Mambu, Gampong Barat dan Desa Blang Pala. II. PERMASALAHAN Sebagaimana disebutkan diatas bahwa 100% penduduk Gampong Paloh Mampree bermata pencaharian sebagai petani padi sawah, sementara kegiatan pasca panen belum dikelola dengan baik terutama dibidang penyimpanan hasil, pengolahan hasil dan pemasaran, hail ini dikarenakan tidak tersedia Rice Milling Unit (RMU) ditingkat Kelompok Tani. Dalam pengolahan kegiatan pasca panen tersebut sangat membutuhkan satu unit Rice Milling Unit (RMU), dan merupakan kebuthan yang sangat vital karena beberapa faktor berikut :  Derajat ekonomi masyarakat yang masih kurang mampu  Lahan pertanian yang digarap dengan luas (530 Ha)  Harga gabah saat panen besar sangat rendah (Rp. 4.200) dan harga pada saat penceklik sampai dengan (Rp. 5.600)  Tidak tersedia Rice Milling Unit (RMU) ditingkat kelompok tani  Kas kelompok tani belum cukup untuk membiayai alat pengolahan hasil/RMU  Selama ini petani jarus menjual gabah dengan harga rendah III. PROSPEK
  4. 4. Ditinjau dari segi kemajuan usaha tani kelompok tani Makmu Beusaree Gampong Paloh Mampree akan menjanjikan harapan yang besar, hal ini dapat dilihat dari segi strategis letak areal usaha tani, kerja sama dengan penyuluh dan struktur kelompok tani yang sudah terbentuk bahkan sudah mulai berjalan sebagaimana yang diharapkan. Sumber daya lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk memajukan usaha-usaha pertanian Kelompok Tani Makmu Beusaree sebagai berikut :  Letak sawah sangat strategis dengan luas 530 ha  Dapat terjangkau sarana transportasi dan memiliki lahan yang subur yang subur  Anggota Kelompok Tani sangat partisipatif  Sudah tumbuh kelompok tani dengan kelas madya  Dapat terjangkau kegiatan penyuluhan pertanian  Mempunyai struktur organisasi yang jelas  Dari total produksi padi 7208 ton/tahun 70% produksi akan dijual (5045 ton) dan 30% untuk komsumsi  Usaha yang dijalankan bersifat berkelanjutan/berkesinabungan  Pengelolaan Rice Milling Unit (RMU) dibawah manajemen kelompok Tani Makmu Beusaree sehingga akan menambah kas kelompok tani  Meningkatkan PAD Kabupaten Aceh Utara  Menambah lapangan kerja  Bersedia mengikuti semua ketentuan yang berlaku dari pemerintah Kabupaten Aceh utara IV. TUJUAN PENULISAN PROPOSAL A. Tujuan Umum Tujuan umum penulisan proposal ini ialah untuk memberi gambaran dan informasi yang jelas tentang usaha pertanian yang dikelola oleh Kelompok Tani Makmu Beusaree Gampong Paloh Mampree Kecamatan Nisam agar dapat mencapai beberapa tujuan :  Untuk menumbuh kembangkan usaha-usaha pertanian tanaman pangan di perdesaan.  Memutuskan beberapa rantai perdagangan.  Meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan pendapatan petani.  Apabila Rice Milling Unit (RMU) dikelola oleh kelompok tani maka, petani akan mendapatkan keuntungan dari kegiatan tunda jual saja sebesar Rp. 1.400/Kg hanya dalam waktu 2 sampai 3 bulan.  Gabah di Desa Paloh Mampree yang dijual adalah 7208 ton/tahun dengan rendemen beras rata rata 60%, maka akan mendapatkan beras 4325 ton/tahun.  Keuntungan kelompok tani dari proses pengolahan dari gabah menjadi beras minimal rata-rata Rp. 700/Kg dikalikan dengan 4325000 Kg beras maka total keuntungan kotor = Rp. 3.027.500.000/tahun.  Disamping keuntungan tersebut kelompok tani juga akan mendapatkan keuntungan dari produk ikutan berupa dedak minimal 10% dari total produksi
  5. 5. gabah 7208 ton/tahun atau setara 720 ton dedak dengan harga minimal Rp. 1.300/Kg, dan akan mendapatkan keuntungan kotor = Rp. 937.040.000/tahun.  Total keuntungan kotor dari pengolahan hasil adalah Rp. 3.027.500.000 ditambah dari produk ikutan berupa dedak Rp. 937.040.000 = Rp. 3.964.540.000 /tahun dan keuntungan kotor perbulan adalah Rp. 330.378.333/bulan.  Pembangian hasil keuntungan adalah 50% untuk manambah modal usaha, 40% untuk pengelola dan 10% untu menambah kas kelompok tani Makmu Beusaree, dari perkiraan keuntungan kotor pengelolaan alat Rice Milling Unit (RMU) Rp. 330.378.333/bulan atau untuk kas kelompok tani sebesar Rp. 33.037.833 /bulan.  Juga akan ada keuntungan dari produk ikutan lain berupa menir dan sekam yang tidak dihitung pada kesempatan. B. Tujuan Khusus Adapun tujuan khususnya ialah untuk memberikan informasi tentang kondisi pertanian kepada Bapak Bupati Aceh Utara agar kelompok tani Makmu Beusaree Gampong Paloh Mampree Kecamatan Nisam lebih mendapat perhatian, khususnya dibidang sarana alsintan berupa Rice Milling Unit (RMU). V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan  Bahwa usaha tani yang dikelola oleh kelompok Tani “Makmu Beusaree” Gampong Paloh Mampree perlu mengoptimalkan penanganan pasca panen mengingat potensial lahan sawah seluas 530 ha dengan total produksi padi 7208 ton/tahun dan 70% produksi akan dijual (5045 ton/tahun) dan 30% untuk komsumsi.  Total keuntungan kotor dari pengolahan hasil adalah Rp. 3.027.500.000 ditambah dari produksi ikutan berupa dedak Rp. 937.040.000 = Rp. 3.964.540.000,-/tahun dan keuntungan kotor perbulan adalah Rp. 330.378.333,-/bulan. B. Saran Lewat proposal singkat ini kami memohon kepada Bapak Bupati Aceh Utara agar dapat memberikan perhatian kepada kelompok tani Makmu Beusaree Gampong Paloh MampreeKecamatan Nisam untuk membantu alat pengolahan hasil pertanian berupa Rice Milling Unit (RMU). Demikian Proposal permohonan bantuan Rice Milling Unit (RMU) ini dibuat dengan sebenarnya semoga apa yang telah kami utarakan diatas mendapat tanggapan yang baik dari Bapak, dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
  6. 6. Ketua Kelompok Tani MAKMU BEUSAREE M. YUSUF H. JAMIL Mengetahui; Geusyik Gampong Paloh Mampree ZULKIFLI A. JALIL
  7. 7. SUSUNAN ANGGOTA KELOMPOK MAKMU BEUSAREE DESA PALOH MAMPREE KECAMATAN NISAM KABUPATEN ACEH UTARA No. Nama Jabatan Tanda Tangan 1 M. Yusuf H. Jamil Ketua 1........................ 2 Saifuddin Sekretaris 2....................... 3 Khairina Nurdin Bendahara 3....................... 4 Sopian Raoh Anggota 4...................... 5 Jirwani Anggota 5....................... 6 Rahmuni Ahmat Anggota 6...................... 7 Muhabbudin Anggota 7....................... 8 M. Nur A. Gani Anggota 8...................... 9 Hasanun Anggota 9....................... 10 Nuraini Anggota 10....................... 11 Aminah Anggota 11..................... 12 Usman Abidin Anggota 12...................... 13 Mariani Anggota 13..................... 14 Khairil Anggota 14....................... 15 Yani Anggota 15..................... 16 Sofyan Anggota 16......................
  8. 8. 17 Abu Bakar Anggota 17..................... 18 Ajali Anggota 18...................... 19 Sarajol Munir Anggota 19..................... 20 Jalaluddin Anggota 20..................... 21 Toma Edison Anggota 21..................... 22 Ismail Anggota 22..................... 23 Azhar Mahmud Anggota 23...................... 24 Kamaruddin Anggota 24..................... 25 Hasan Asya’ri Anggota 25...................... 26 Aisyah Anggota 26..................... 27 Sulaiman B Anggota 27..................... 28 Razali is Anggota 28..................... 29 Suryani Anggota 29..................... 30 Munirwan Anggota 30.................... 31 Salmawati Anggota 31..................... Ketua kelompok Tani “MAKMU BEUSAREE” M. Yusuf H. Jamil Mengetahui; Geucyik Gampong Paloh Mampree Zulkifli A. Jalil
  9. 9. Lampiran 3. SURAT PERNYATAAN HIBAH ATAU HAK GUNA PAKAI TANAH/LAHAN UNTUK PENEMPATAN BANGUNAN SARANA PENGGILINGAN PADI (RMU) Hari ini selasa tanggal dua puluh delapan bulan april tahun dua ribu lima belas yang bertandatangan dibawah ini : 1. Nama : M. Yusuf H. Jamil Jabatan : Ketua Alamat : Gampong Paloh Mampree Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA 2. Nama : Poktan MAKMU BEUSAREE Alamat : Gampong Paloh Mampree Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA Bahwa dengan ini saya (PIHAK PERTAMA) menghibahkan tanah/lahan hak milik saya atau memberikan lahan/tanah saya sebagai hak Guna Pakai*) seluas ± 3.750 M2 (P x L = 75 meter x 50 meter) yang terletak di Dusun Lampoh Rayeuk Desa Paloh Mampree Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara di Provinsi Aceh dan menyerahkan kepada penerima Hibah atau Hak Pakai*) kepada Pihak Kedua yang akan digunakan untuk penempatan bangunan sarana penggilingan padi. Adapun batas-batas tersebut sebagai berikut : 1. Sebelah Utara berbatas dengan : Tanah Milik M. Yusuf H. Jamil 2. Sebelah selatan berbatasan dengan : Parit Jalan 3. Sebelah Timur berbatasan dengan : Tanah Milik M. Diah 4. Sebelah Barat berbatasan dengan : Tanah Milik Maryani
  10. 10. I. Pihak Pertama sebagai penghibah atau Hak Guna Pakai tanah/lahan*) untuk mendukung program kementerian Pertanian, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian melalui dana APBN Tahun Anggaran 2015 dengan Syarat-syarat : 1. Bersedia menghibahkan/menyerahkan hak guna pakai tanah/lahannya*) untuk digunakan sebagai bangunan sarana-sarana penggilingan padi dan berjanji tidak akan menuntut pihak kedua dikemudian hari atas penggunaan tanah/lahan tersebut diatas. 2. Mengawasi Pihak Kedua dalam menggunakan tanah/lahan tersebut sebagaimana mestinya. 3. Menegur Pihak Kedua apabila tidak menggunakan tanah/lahan tersebut sebagaimana mestinya. II. Pihak Kedua berkewajiban untuk : 1. Memanfaatkan tanah/lahan tersebut untuk digunakan sebagai bangunan sarana penggilingan padi dengan mengikuti ketentuan ukuran bangunan seperti dalam spesifikasi. 2. Memanfaatkan tanah/lahan dan bantuan sarana-sarana penggilingan padi tersebut untuk untuk kepentingan bersama anggota gapoktan dan anggota poktan lain yang memerlukan. 3. Mengelola bantuan sarana-sarana penggilingan padi tersebut secara baik dan benar serta dapat memberikan keuntungan bagi poktan. III. Apabila Pihak Kedua tidak melaksanakan kewajibannya sesuai dengan ketentuan, maka bantuan sarana penggilingan padi tersebut akan ditarik oleh kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan akan direalokasi ke poktan lain dan tanah/lahan yang telah dihibahkan atau sebagai hak guna pakai dikembalikan kepada pihak pertama sesuai dengan luas tanah/lahan yang diberikan semula tanpa menuntut dan meminta ganti rugi dalam bentuk sebelumnya dan mengganti bangunan sarana penggilingan padi tersebut yang telah didirikan di lokasi yang baru. Surat Perjanjian ini dibuat di depan kedua belah pihak (PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA) dan disaksikan oleh 3 orang saksi, yaitu dari 1 (satu) orang dari masing-masing pihak dan 1 (satu) orang pejabat/aparat Desa setempat, yaitu : 1. Saksi Pihak Pertama MARIYANI 2. Saksi Pihak Kedua SAIFUDDIN 3. Saksi dari Aparat Desa Setempat ZULKIFLI AJALIL Perjanjian Kerjasama ini berlaku 10 (sepuluh) tahun atau selama umur ekonomis sarana penggilingan padi tersebut (untuk Hak Guna Pakai) atau selama organisasi gapoktan/poktan ada terhitung sejak surat perjanjian ini ditandatangani, dan dibuat rangkap 5 (lima) yang masing- masing mempunyai kekuatan hukum yang sama dan 2 (dua) diantaranya bermaterai cukup.
  11. 11. Demikian surat pernyataan hibah atau hak guna pakai dari penggunaan tanah/lahan ini untuk menempatan bangunan sarana penggilingan padi yang dibuat dengan sebenar-benarnya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta tanpa ada paksaan dan atau tekanan dari pihak manapun juga. Dan apabila dikemudian hari ada gugatan dari ahli waris pihak pertama, maka sepenuhnya maka sepenuhnya pihak pertama akan bertanggung jawab. PIHAK KEDUA Ketua Poktan (M. YUSUF H. JAMIL) PIHAK PERTAMA (M. YUSUF H. JAMIL) MENGETAHU ; Kepala Desa Paloh Mampree (ZULKIFLI A. JALIL) MENGETAHUI ; Camat Nisam (IBRAHIM, S. Sos) NIP. 19660306 198903 1 006 Mengetahui, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Aceh Utara Ir. MUKHTARUDDIN, M.P. NIP. 19621231 199403 1 044

×