Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Menjadi Orang Tua Efektif bagi
Anak
TM 4
Orang Tua Efektif
• Orang tua efektif yaitu orang tua yang
mengetahui dan memahami tanggung jawab,
peran, dan fungsinya da...
Strategi Sebagai Orang Tua Efektif
 Mempunyai tujuan dan sasaran yang jelas dalam
pengasuhan dan pendidikan anak sesuai h...
Posisi Orang tua Bagi Anak
• Orang tua mempunyai pengaruh yang sangat penting
dan berarti serta sumber daya utama bagi keh...
Karakteristik Orang Tua
• Kepribadian
• Pengalaman
• Keyakinan agama, nilai-nilai budaya dan
tradisi.
• Pengetahuan
• Gend...
Posisi anak
 Anak sebagai amanah dari Allah Pencipta.
 Memberikan kebahagiaan pada orang tua, kasih sayang dan
keterikat...
Karakteristik Anak sbg Subjek
Pendidikan
Kepribdaian anak terbentuk dari 4 hal berikut:
• Nature (potensi bawaan).
• Nurtu...
Peran Orang Tua dlm Pembentukan
Kepribadian Anak
Orang tua mempunyai kedudukan dan peran
sebagai:
Pendidik
Pemegang Otor...
Tipe Pengasuhan dan Pendidikan di
Keluarga
Tipe pengasuhan dan pendidikan di keluarga terbentuk
dari faktor tarik menarik ...
Strategi Pendidikan Anak di Keluarga
Selalu bicara bahasa nilai
dan kebajikan
Memahami momen
pembelajaran (teachable
momen...
Strategi 1: Sebagai pendidik
1. Memahami saat yang tepat dalam mengajar anak
(teachable moment).
• Mengubah cara-cara yang...
Lanjutan….
• Mengubah pendekatan yang mengarahkan
agar anak bisa melakukan (enabling) kepada
pendekatan memberdayakan (emp...
Lanjutan …
b. Jauhi perbuatan penyalahgunaan rasa
bersalah pada anak. Rasa bersalah yang
muncul dalam diri anak adalah ref...
Lanjutan ….
• Jadilan pendidik, bukan pengkhotbah pada
anak. Pengkhotbah akan berkata misalnya;
“kamu harus jadi anak baik...
Tindakan saat anak berbuat kesalahan
fatal.
• Hentikan perbuatan anak.
• Sebutkan nilai kebajikan tertentu saat
menghentik...
Strategy 2 : Berbicara menggunakan
Bahasa Agama
• Jadikan kekuatan bahasa agama untuk membentuk budaya
religius dalam kelu...
Strategi 3: Sebagai Pemegang Otoritas.
 Orang tua menetapkan batas-batas dan aturan yang jelas,
mana yan g boleh dan tida...
Langkah Penerapan Aturan dlm
Keluarga
 Aturan bersifat moderat, jelas dan spesifik
 Buatlah aturan yang tegas dan tidak ...
Lanjutan …..
 Konsisten dengan aturan yang ditetapkan.
 Komunikasikan aturan secara jelas pada
anak.
 Saat anak mendapa...
Lanjutan ….
 Sediakan pilihan2 untuk anak dalam batas-batas yang ditetapkan.
 Tegaskan aturan saat nilai kebaikan dilang...
Strategi 4: Sebagai Pembimbing
 Hargai semangat anak
 Berbagi keterampilan dengan anak.
 Berbagi cerita keluarga dengan...
Strategi 5: Sebagai Konselor
 Berikan perhatian yang bersifat spiritual pada anak.
 Tunjukkan perhatian terhadap apa yan...
Prinsip pendidikan pada orang tua
(Perspektif Islam).
• Menjadi teladan yang baik bagi anak.
• Waktu yang tepat dalam memb...
Metode pengembangan mental dan
sosio emosional anak
• Mencontohkan sifat Rasul dan kepribadiannya
pada anak.
• Berkomunika...
Metode pengembangan …….
• Menemani dan mendampingi anak.
• Menanamkan jiwa kompetitif konstruktif pada anak
(fastabiqul kh...
Faktor Penyebab Permasalahan
Perilaku pada Anak
• Faktor hereditas dengan ciri fisik dan mental
emosional anak.
• Lingkung...
Strategi Pengembangan Perilaku yang
diharapkan pada Anak
• Menyediakan waktu berkualitas dengan anak.
• Memberikan perhati...
TERIMA KASIH
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Menjadi orang tua efektif - Parenting

1,052 views

Published on

Orang tua efektif adalah orang tua yang mengetahui dan memahami tanggung jawab,-

Published in: Education
  • Be the first to comment

Menjadi orang tua efektif - Parenting

  1. 1. Menjadi Orang Tua Efektif bagi Anak TM 4
  2. 2. Orang Tua Efektif • Orang tua efektif yaitu orang tua yang mengetahui dan memahami tanggung jawab, peran, dan fungsinya dalam pemeliharaan, pengasuhan, dan pendidikan anak untuk mengoptimalkan perkembangan seluruh potensi anak secara utuh (fisik, motorik, mental ruhaniah, dan sosial emosional) menjadi anak yang saleh.
  3. 3. Strategi Sebagai Orang Tua Efektif  Mempunyai tujuan dan sasaran yang jelas dalam pengasuhan dan pendidikan anak sesuai harapan orang tua.  Memahami tahapan perkembangan anak , serta ciri dan karakteristik perkembangan pada setiap fase.  Memahami kebutuhan perkembangan anak pada setiap fase perkembangan.  Memahami permasalahan spesifik anak pada setiap fase perkembangan.  Memiliki pemahaman dan kemampuan dalam menjalankan langkah, metode dan pendekatan pendidikan dan pengasuhan anak pada setiap tahapan perkembangan.
  4. 4. Posisi Orang tua Bagi Anak • Orang tua mempunyai pengaruh yang sangat penting dan berarti serta sumber daya utama bagi kehidupan anak. • Orang tua sebagai stimulator dalam memberikan lingkungan yang sehat dan kondusif bagi anak untuk mencapai potensi optimal dalam perkembangannya. • Pendamping bagi anak yang membantu anak untuk melakukan penyesuaian diri terhadap perubahan yang dialaminya dalam perkembangannya serta terhadap lingkungannya.
  5. 5. Karakteristik Orang Tua • Kepribadian • Pengalaman • Keyakinan agama, nilai-nilai budaya dan tradisi. • Pengetahuan • Gender perspective
  6. 6. Posisi anak  Anak sebagai amanah dari Allah Pencipta.  Memberikan kebahagiaan pada orang tua, kasih sayang dan keterikatan dengan anak.  Anak merupakan wujud dari cinta dan kasih sayang; serta sumber motivasi bagi orang tua.  Wujud dari nilai-nilai kehidupan dalam pencapaian keberhasilan  Anak juga memberikan permasalahan spesifik pada orang tua dalam pengasuhan dan pendidikannya, seperti karakteristik dan keunikan anak sebagai individu, kepribadian dan tempramen anak yang sulit; kesulitan untuk membagi waktu bersama anak dalam rutinitas sehari-hari; konflik antara anak dengan saudaranya; dihantui perasaan bersalah sebagai orang tua dsb.
  7. 7. Karakteristik Anak sbg Subjek Pendidikan Kepribdaian anak terbentuk dari 4 hal berikut: • Nature (potensi bawaan). • Nurture (bentukan lingkungan). • Peluang (opportunity). • Upaya (effort). Anak memiliki beberapa potensi: • Sifat-sifat yang diwarisi dari orang tua • Tempramen • Kapasitas bawaan seperti bakat dan talenta; kemampuan; keterbatasan; kebajikan.
  8. 8. Peran Orang Tua dlm Pembentukan Kepribadian Anak Orang tua mempunyai kedudukan dan peran sebagai: Pendidik Pemegang Otoritas Penuntun/pembimbing. Konselor
  9. 9. Tipe Pengasuhan dan Pendidikan di Keluarga Tipe pengasuhan dan pendidikan di keluarga terbentuk dari faktor tarik menarik antara tuntutan dan kendali orang tua terhadap anak dengan kehangatan dan sikap responsif terhadap kebutuhan dan harapan anak. Dari situ terbentuk 4 tipe pola asuh, yaitu ;  Otoriter  Demokratis  Permissive  Tidak peduli
  10. 10. Strategi Pendidikan Anak di Keluarga Selalu bicara bahasa nilai dan kebajikan Memahami momen pembelajaran (teachable moment)  pendidik Memberikan pendampingan spiritual - - konselor Hargai semangat anak -  penuntun/pembimbing Tetapkan batas-batas aturan yang jelas-- pemegang otoritas
  11. 11. Strategi 1: Sebagai pendidik 1. Memahami saat yang tepat dalam mengajar anak (teachable moment). • Mengubah cara-cara yang membuat anak malu kepada pendekatan memberikan nama panggilan dengan nilai perilaku baik; contoh; “ ayo, anak ibu yang baik hati, coba dibantu adiknya ya”. • Gunakan nilai kebajikan, bukan label buruk pada anak. Katakan; “ anak ibu yang pintar, bila hasil pekerjaanmu diperbaiki akan lebih bagus ya”, ketimbang mengatakan “dasar anak bodoh, mengerjakan itu saja gak bisa “.
  12. 12. Lanjutan…. • Mengubah pendekatan yang mengarahkan agar anak bisa melakukan (enabling) kepada pendekatan memberdayakan (empowering) anak; melalui cara berikut: a. Jauhi melakukan sesuatu untuk anak untuk hal yang dapat mereka lakukan sendiri dan lakukan sesuatu pada anak hanya untuk hal yang tidak dapat dilakukannya sendiri.
  13. 13. Lanjutan … b. Jauhi perbuatan penyalahgunaan rasa bersalah pada anak. Rasa bersalah yang muncul dalam diri anak adalah refleksi dari kesadaran nurani. • Orang tua perlu memperhatikan pembentukan konsep diri positif (self concept) dan mengedepankan harga diri anak.
  14. 14. Lanjutan …. • Jadilan pendidik, bukan pengkhotbah pada anak. Pengkhotbah akan berkata misalnya; “kamu harus jadi anak baik, Edo. Kalau tidak, kamu harus bermain sendiri” . Guru dan pendidik akan dengan tegas berkata; “Edo, berbaiklah dengan temanmu, mainan mana yang ingin kamu pinjamkan pada dia”.
  15. 15. Tindakan saat anak berbuat kesalahan fatal. • Hentikan perbuatan anak. • Sebutkan nilai kebajikan tertentu saat menghentikan perbuatan anak. • Jelaskan secara singkat mengapa perbuatan tsb salah. • Langsung berikan hukuman kepada anak. • Dorong anak untuk memperbaiki perilakunya, dan bicara dengan anak hati ke hati.
  16. 16. Strategy 2 : Berbicara menggunakan Bahasa Agama • Jadikan kekuatan bahasa agama untuk membentuk budaya religius dalam keluarga. • Jadikan kekuatan bahasa agama untuk membuat perubahan perilaku. • Menggunakan nilai agama untuk memberikan pengakuan dan penghargaan atas usaha anak berperilaku baik. • Gunakan nilai ajaran agama untuk memperbaiki perilaku anak. • Nyatakanlah tindakan anak yang benar, bukan orangnya, mis. “ruly anak yang bertanggung jawab ya, telah mengerjakan shalat ”. • Jelaskan secara spesifik dan akurat saat memberikan pengakuan terhadap perilaku positif anak.
  17. 17. Strategi 3: Sebagai Pemegang Otoritas.  Orang tua menetapkan batas-batas dan aturan yang jelas, mana yan g boleh dan tidak boleh; dan mana perilaku baik dan mana yang buruk.  Orang tua sebagai model authoritative ---- tujuan penerapan otoritas orang tua secara efektif yaitu untuk membuat anak mampu mengembangkan otoritas internal yang ada dalam diri anak, berupa tanggung jawab pribadi serta kemampuan untuk membuat pilihan-pilihan moral keagamaan secara sadar. Disiplin yang jelas dan masuk akal akan memberikan landasan pada anak utk mengembangkan disiplin diri.
  18. 18. Langkah Penerapan Aturan dlm Keluarga  Aturan bersifat moderat, jelas dan spesifik  Buatlah aturan yang tegas dan tidak bisa dinegosiasikan.  Positif, tidak menggunakan kata ‘jangan’ atau ‘tidak’.  Tetapkan akibat yang spesifik dan relevan terhadap pelanggaran.  Gunakan hukuman yang bersifat edukatif, dan merupakan perbaikan untuk perilaku anak.
  19. 19. Lanjutan …..  Konsisten dengan aturan yang ditetapkan.  Komunikasikan aturan secara jelas pada anak.  Saat anak mendapatkan hukuman, yakinkan bahwa mereka memahami alasannya.  Fleksibel dan berikan ruang untuk mereview aturan.
  20. 20. Lanjutan ….  Sediakan pilihan2 untuk anak dalam batas-batas yang ditetapkan.  Tegaskan aturan saat nilai kebaikan dilanggar.  Tetapkan batas dan aturan untuk mempersiapkan anak mem asuki situasi yang baru. 4 prinsip disiplin;  Kaitkan kebebasan dengan tanggung jawab.  Bila berkaitan dengan keselamatan, tuntutlah kepatuhan anak.  Hindarkan pertentangan kekuatan.  Selalu mengakui dan menghargai usaha dan kemajuan yang dicapai anak.
  21. 21. Strategi 4: Sebagai Pembimbing  Hargai semangat anak  Berbagi keterampilan dengan anak.  Berbagi cerita keluarga dengan anak.  Buatlah rujukan utama secara rutin, seperti pedoman kitab suci atau tradisi keluarga.  Tandailah waktu-waktu penting dengan ritual tertentu, seperti merayakan ulang tahun anggota keluarga dengan mengunjungi anak terlantar.  Gambarkan Allah swt pada anak sebagai penuh cinta dan kasih sayang; yang mengharapkan kebaikan untuk kita dan dari kita; yang bisa kita percaya; yang menolong dan melindungi kita.  Biasakan beribadah dan berdoa bersama dalam keluarga untuk menjadi tradisi keluarga.
  22. 22. Strategi 5: Sebagai Konselor  Berikan perhatian yang bersifat spiritual pada anak.  Tunjukkan perhatian terhadap apa yang dirasakan anak.  Bantu anak untuk melakukan pilihan moral.  Bukalah ruang bagi anak  Berikan respon diam untuk memberikan kesempatan pada anak menyampaikan masalahnya.  Berikan respon berbentuk pertanyaan kosong dg menggunakan kata ‘apa’, ‘bagaimana’, ‘kapan’; bukan ‘siapa’, ‘kenapa’.  Fokus pada tanda2 yang bersifat sensorik.  Berikan pertanyaan yang bersifat refleksi nilai kebajikan.  Berikan pertanyaan penutup yang menyimpulkan pembicaraan panjang.  Berikan pengakuan dan penghargaan berupa nilai kebajikan.
  23. 23. Prinsip pendidikan pada orang tua (Perspektif Islam). • Menjadi teladan yang baik bagi anak. • Waktu yang tepat dalam memberikan bimbingan pada anak. • Bersikap adil thdp setiap anak. • Memenuhi hak-hak anak. • Mendoakan anak. • Memfasilitasi anak dlm bermain bagi perkembangan anak (akal, dan sosio emosional). • Tidak mencela anak. • Membantu anak untuk berbuat baik dan disiplin.
  24. 24. Metode pengembangan mental dan sosio emosional anak • Mencontohkan sifat Rasul dan kepribadiannya pada anak. • Berkomunikasi dan berbicara dengan anak dengan cara yang sesuai tingkat perkembangannya. • Melibatkan anak dengan pengalaman praktis. • Membacakan kisah-kisah Rasul sebagai teladan bagi anak.
  25. 25. Metode pengembangan ……. • Menemani dan mendampingi anak. • Menanamkan jiwa kompetitif konstruktif pada anak (fastabiqul khairat). • Bermain dengan anak dan bertingkah sesuai perkembangan anak. • Pujian untuk memotivasi anak. • Targhib dan tarhib. • Membentuk habit dengan pengulangan perilaku positif. • Memperhatikan tahap perkembangan anak dalam mendidik. • Memberikan panggilan yang baik pada anak.
  26. 26. Faktor Penyebab Permasalahan Perilaku pada Anak • Faktor hereditas dengan ciri fisik dan mental emosional anak. • Lingkungan keluarga • Peran pembelajaran dan pengalaman anak. • Problem Perkawinan Orang Tua • Pengaruh peer group di sekolah • Problem emosional orang tua • Stres dalam menjalankan peran keorang tuaan. • Sikap, kepercayaan, dan harapan dari orang tua.
  27. 27. Strategi Pengembangan Perilaku yang diharapkan pada Anak • Menyediakan waktu berkualitas dengan anak. • Memberikan perhatian pada perilaku yang diharapkan pada anak. • Sediakan waktu dan peluang keterlibatan fisik emosional dengan anak. • Berbincang dengan anak. • Berikan contoh dan teladan perilaku yang baik pada anak. • Dorong kemandirian anak dengan “bertanya, mengatakan, dan melakukan”. • Berikan kegiatan yang melibatkan anak.
  28. 28. TERIMA KASIH

×