Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

2019 08-19 modul penerimaan negara generasi ketiga (mpn g3)

2019-08-19 Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3)

  • Be the first to comment

2019 08-19 modul penerimaan negara generasi ketiga (mpn g3)

  1. 1. Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3) J A K A R T A , A G U S T U S 2 0 1 9 M A N A J E M E N O P E R A S I O N A L P E N E R I M A A N N E G A R A
  2. 2. Dasar Hukum UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32/PMK.05/2014 tentang Sistem Penerimaan Negara Secara Elektronik sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 202/PMK.05/2018
  3. 3. Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3) P E N Y E M P U R N A A N S I S T E M P E N E R I M A A N N E G A R A Infrastruktur MPN G2 dibangun pada tahun 2011 dengan kecepatan pemrosesan transaksi 60 transaction per second (tps). Namun kapasitas yg dibutuhkan biller lebih dari 600 tps. Pemutakhiran infrastruktur diperlukan untuk meningkatkan performa sistem penerimaan negara dengan kecepatan pemrosesan menjadi 1000 tps. Pemutakhiran Infrastruktur Lembaga Persepsi Lainnya (LPL) Sistem Single Sign-On (SSO) Pembangunan Portal Penerimaan Negara sebagai opsi bagi wajib pajak/wajib bayar/wajib setor membuat billing berbagai jenis penerimaan negara (pajak, bea dan cukai, PNBP dan penerimaan lainnya) sekaligus dapat membayar penerimaan negara tersebut dalam satu website. Perluasan saluran penerimaan negara dengan menambah cakupan lembaga yang dapat melayani pembayaran penerimaan negara selain melalui bank/pos, yaitu lembaga lainnya, seperti e-commerce, fintech sebagai Lembaga Persepsi Lainnya (LPL). Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3) merupakan penyempurnaan MPN G2, meliputi:
  4. 4. Manfaat Adanya Lembaga Persepsi Lainnya D A L A M R A N G K A P E R L U A S A N L A Y A N A N P E N E R I M A A N N E G A R A ( M P N G 3 ) Penambahan Agen Penerimaan Semakin banyak alternatif collecting agent yang dapat menerima setoran penerimaan negara. Akses Layanan 24/7 Penyetoran dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun, 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Mendorong Cashless Payment Alternatif kanal pembayaran nontunai semakin banyak tersedia. Tarif Imbalan Jasa Lebih Murah Tarif imbalan jasa pelayanan sebesar Rp 2000 lebih murah dibandingkan imbalan jasa pelayanan yang dibayarkan kepada bank/pos persepsi (KMK No. 206/KMK.05/2019)
  5. 5. Alur Penerimaan Negara (MPN G3) Ket: *) Kanal Bank/Pos Persepsi dan LPL: Over the counter (teller), ATM, EDC, Internet Banking, Mobile Banking, Dompet elektronik (E-wallet), bank transfer, Virtual Account, Direct Debit & Credit Card SSO Portal SSO Penerimaan Negara BILLING PAYMENT WP/WB/WS SUBREKENING KAS UMUM NEGARA DJP DJBC DJA BILLER KPPN KHUSUS PENERIMAANSPAN SETTLEMENT 6c. Penerbitan BPN 1. Registrasi 2a. Membuat kode billing InterkoneksiInterkoneksi 1. registrasi 7. Pelimpahan kas 10c Penatausahaan10b Penatausahaan 10a Penatausahaan 2a. Membuat kode billing 3a. Inquiry 4. Konfirmasi data setoran 5a. Pembayaran oleh WP/WB/WS 6c. Penerbitan BPN 3a. Inquiry 3b. Menampilkan data billing 4. Konfirmasi data setoran 5a. Pembayaran oleh WP/WB/WS BANK PERSEPSI POS PERSEPSI LEMBAGA PERSEPSI LAINNYA *) Portal SSO Penerimaan Negara dan Lembaga Persepsi Lainnya sebagai penambahan dalam sistem penerimaan negara MPN G2. Lembaga Persepsi Lainnya menatausahakan penerimaan negara sebagaimana halnya Bank/Pos Persepsi: menerima setoran, melimpahkan ke kas negara dan melaporkan penerimaan negara.
  6. 6. Alur Pelimpahan dan Pelaporan Kantor Pusat Bank Persepsi/ Lembaga Persepsi Lainnya Bank Indonesia IDR: Rekening Sub RKUN Dit. PKN PELIMPAHAN KAS Khusus Penerimaan E-LHP (LHP, DNP dan RK) via Portal Kemenkeu PELAPORAN transaksi pukul 15.00 waktu setempat (H-1) s.d. 08.00 waktu setempat (H+0) transaksi pukul 08.00 waktu setempat (H-1) s.d. 15.00 waktu setempat (H+0) Dilimpahkan paling lambat 09.00 WIB (H+0) Dilimpahkan paling lambat 16.30 WIB (H+0) transaksi pukul 15.00 waktu setempat (H-1) s.d. 15.00 waktu setempat (H+0) dilaporkan paling lambat 09.00 WIB (H+1) Melalui BI RTGS LPL bekerja sama dengan bank mitranya (peserta BI RTGS) untuk menampung dan melimpahkan penerimaan negara.
  7. 7. Rekening Yang Dipersamakan dengan Rekening Penerimaan vs. Rekening Penampungan di Bank Lembaga Persepsi Lainnya Sub RKUN Penerimaan Bank Indonesia Khusus Penerimaan Rekening yg Dipersamakan dg Rek Penerimaan Rekening Penampungan mirroring Akun virtual pada LPL Dibuka dan dimiliki KPPN KP Pelimpahan penerimaan negara secara periodik Minimal 2x sehari Bank Mitra LPL Sumber dana WP/WB/WSPembayaran saat transaksi penerimaan negara Rekening koran LPL bekerja sama dengan bank mitranya (peserta BI RTGS) untuk menampung dan melimpahkan penerimaan negara. Rekening yang Dipersamakan dengan Rekening Penerimaan didaftarkan ke Sistem Settlement MPN Pelimpahan ke rekening Sub Rekening Kas Umum Negara Direktorat PKN di Bank Indonesia dengan kode transaksi MT 208 Dit SITP mendaftarkan CA ID pada SPAN menggunakan nomor rekening pada BI. Dalam hal rek di BI tidak ada, menggunakan kode nomor yang disepakati.
  8. 8. Bank/Pos Persepsi/Lembaga Persepsi Lainnya P E R B A N D I N G A N Bank Persepsi Lembaga Persepsi Lainnya 82 bank 3 LPL 1. Dibuka pada Bank Persepsi oleh KPPN KP; KPPN KP merupakan pemilik rekening. 2. Menampung dan melimpahkan penerimaan negara setiap hari melalui BI-RTGS. Sebagaimana halnya Pos Persepsi: 1. Dibuka pada LPL oleh KPPN KP dengan istilah Rekening Yang Dipersamakan dengan Rekening Penerimaan 2. Mencatat secara real time penerimaan negara setiap hari. 3. Menggunakan rekening di bank (peserta RTGS) untuk menampung dan melimpahkan penerimaan negara. Rekening ini dibuka oleh LPL; LPL sebagai pemilik rekening. Rekening Penerimaan Ketentuan Mutatis Mutandis: Mekanisme penunjukan LPL, pelaksanaan UAT, pembukaan rekening, penyetoran penerimaan negara, pembatalan transaksi, penyampaian laporan, rekonsiliasi mengikuti ketentuan pada Bank/Pos Persepsi pada PMK No. 32/PMK.05/2014, 115/PMK.05/2017 dan 202/PMK.05/2018 Over the counter (teller) Dan Propietary Channel (On us)*: ATM, EDC, Internet Banking, Mobile Banking Shared delivery channel, multibank: bank transfer, Virtual Account, Direct Debit & Credit Card Dompet elektronik (uang elektronik) Kanal Pembayaran Overbooking pada bank bersangkutan Mekanisme transfer antar bankMekanisme Pemindahbukuan *) Proprietary Channel adalah kanal pembayaran yang dikembangkan dan dimiliki oleh Bank secara eksklusif untuk kepentingan nasabah sendiri
  9. 9. Bank/Pos Persepsi/Lembaga Persepsi Lainnya P E R B A N D I N G A N 1. Memiliki kantor cabang/loket 2. Dilakukan monev terhadap jam buka/tutup kantor cabang/loket 3. Konsekuensi denda terhadap pelanggaran jam buka/tutup loket Kantor Cabang/ Loket Ketentuan Mutatis Mutandis: Mekanisme penunjukan LPL, pelaksanaan UAT, pembukaan rekening, penyetoran penerimaan negara, pembatalan transaksi, penyampaian laporan, rekonsiliasi, pengenaan sanksi administratif mengikuti ketentuan pada Bank/Pos Persepsi pada PMK No. 32/PMK.05/2014, 115/PMK.05/2017 dan 202/PMK.05/2018 Rp 5.000 per transaksi yang berhasil divalidasi dengan NTB dan NTPN Rp 2.000 per transaksi yang berhasil divalidasi dengan NTL dan NTPN Imbalan Jasa Pelayanan Nomor bukti transaksi penyetoran penerimaan negara berupa Nomor Transaksi Bank (NTB) Nomor bukti transaksi penyetoran penerimaan negara berupa Nomor Transaksi Lembaga Persepsi Lainnya (NTL) Lain-lain Bank Persepsi Lembaga Persepsi Lainnya 82 bank 3 LPL Belum tentu memiliki kantor cabang/loket. LPL berupa retailer memiliki kantor cabang/loket.
  10. 10. Terima kasih

×