Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kerangka Konseptual Laporan Keuangan

DAFTAR PUSTAKA. Arnold, Glenn dan Suzanne Kyle. 2017. Intermediate Financial Accounting Version 2017 – Revision C. Edited by Athabasca University​.

Template PPT : https://www.free-powerpoint-templates-design.com/free-powerpoint-templates-design/

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Related Audiobooks

Free with a 30 day trial from Scribd

See all
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Kerangka Konseptual Laporan Keuangan

  1. 1. Kerangka konseptual Laporan Keuangan Disusun Oleh : Ahmad Ihbal
  2. 2. Kerangka konseptual Berguna untuk mengidentifikasi fundamental dan meningkatkan karakteristik kualitatif dari informasi yang berguna. Ciri-ciri dasarnya adalah relevansi Representasi yang tetap. Fungsi Kerangka konseptual
  3. 3. Tujuan Pelaporan Keuangan Kerangka konseptual dibuka dengan pernyataan tujuan pelaporan keuangan, yang telah dibahas sebelumnya dalam bab ini. Ingatlah bahwa komponen kunci dari definisi ini adalah bahwa informasi keuangan harus berguna untuk membuat keputusan, terutama tentang investasi atau peminjaman sumber daya kepada entitas bisnis. Kerangka konseptual kemudian membahas karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi yang berguna.
  4. 4. Karakteristik yang meningkatkan adalah 01 02 03 04 Komparabilitas Keterverifikasian Ketepatan Waktu Pemahaman
  5. 5. 1 • Comparability adalah kualitas yang memungkinkan pembaca untuk membandingkan baik hasil dari satu entitas dengan entitas lain atau hasil dari entitas yang sama dari satu tahun dengan tahun lainnya. 2 • Kualitas ini penting karena pembaca seperti investor tertarik untuk membuat keputusan apakah akan membeli saham satu perusahaan atas perusahaan lain atau hanya mendivestasikan saham yang sudah dimiliki. 3 • Salah satu komponen kunci dari kualitas komparatif adalah konsistensi. Konsistensi mengacu pada penggunaan metode yang sama untuk menghitung item yang sama, baik dalam entitas yang sama dari satu periode ke periode berikutnya atau di seluruh entitas yang berbeda untuk periode akuntansi yang sama. 4 • Konsistensi dalam penerapan prinsip akuntansi dapat menyebabkan komparabilitas, tetapi komparabilitas adalah konsep yang lebih luas daripada konsistensi. Juga, komparabilitas tidak boleh dikacaukan dengan keseragaman. Barang-barang yang secara fundamental berbeda sifatnya harus diperhitungkan secara berbeda. Comparability
  6. 6. Kualitas verifiabilitas menunjukkan bahwa dua atau lebih pengamat independen dan berpengetahuan bisa sampai pada kesimpulan yang sama tentang jumlah yang dilaporkan dari item laporan keuangan tertentu. Ini tidak berarti bahwa para pengamat harus sepenuhnya setuju satu sama lain. Dalam hal perkiraan jumlah dalam laporan keuangan, seperti penyisihan piutang ragu-ragu, ada kemungkinan bahwa dua auditor mungkin setuju bahwa jumlah tersebut harus berada dalam kisaran tertentu, tetapi masing-masing mungkin memiliki pendapat yang berbeda tentang akhir tahun yang mana. jangkauannya lebih mungkin. Namun, jika mereka menyetujui kisarannya, kami masih dapat mengatakan bahwa jumlahnya dapat diverifikasi. Verifikasi dapat dilakukan dengan mengamati item secara langsung, seperti memeriksa faktur pembelian yang dikeluarkan oleh vendor, atau secara tidak langsung memverifikasi input dan perhitungan model untuk menentukan output, seperti meninjau asumsi dan menghitung ulang jumlah penyisihan untuk piutang tak tertagih dengan menggunakan data dari neraca saldo umur piutang. verifiabilitas
  7. 7. Ketepatan waktu adalah salah satu konsep paling sederhana tetapi paling penting dalam akuntansi. informasi harus terkini agar bermanfaat. Investor dan pengguna lain perlu mengetahui kondisi ekonomi bisnis saat ini, bukan pada periode sebelumnya. Informasi masa lalu masih dapat berguna untuk melacak tren dan mungkin sangat berguna untuk mengevaluasi penatagunaan manajemen. Ketepatan waktu
  8. 8. Pemahaman adalah salah satu karakteristik yang sering dituduh diabaikan oleh profesi akuntansi. Secara umum diasumsikan bahwa pembaca laporan keuangan harus memiliki pemahaman yang wajar tentang isu-isu bisnis dan terminologi akuntansi dasar. Banyak transaksi bisnis secara inheren kompleks, dan akuntan menghadapi tantangan dalam menyusun pengungkapan sedemikian rupa sehingga mereka secara lengkap dan ringkas menggambarkan sifat ekonomi dari item tersebut sambil tetap dapat dipahami. Pengungkapan keuangan harus ditinjau oleh nonspesialis, pembaca berpengetahuan untuk memastikan akuntan telah mencapai kualitas pemahaman. Pemahaman
  9. 9. Akuntan sering dihadapkan dengan trade-off dalam mempersiapkan pengungkapan keuangan. Hal ini terutama benar ketika mempertimbangkan penerapan berbagai karakteristik kualitatif. Terkadang, kebutuhan akan ketepatan waktu dapat menghasilkan verifikasi yang kurang optimal, karena verifikasi beberapa item mungkin memerlukan perjalanan waktu. Akibatnya, akuntan terpaksa membuat estimasi untuk memastikan informasi tersedia dalam waktu yang wajar. Selain itu, semua informasi memiliki biaya, dan perusahaan akan dengan hati-hati mempertimbangkan biaya untuk menghasilkan informasi tersebut dibandingkan dengan manfaat yang dapat diperoleh dari informasi tersebut, seperti meningkatkan relevansi atau representasi yang tepat. Tantangan-tantangan ini menunjukkan kesimpulan bahwa akuntansi adalah sistem pengukuran yang tidak sempurna yang membutuhkan penilaian baik dalam persiapan maupun interpretasi informasi.
  10. 10. Terima Kasih.

    Be the first to comment

DAFTAR PUSTAKA. Arnold, Glenn dan Suzanne Kyle. 2017. Intermediate Financial Accounting Version 2017 – Revision C. Edited by Athabasca University​. Template PPT : https://www.free-powerpoint-templates-design.com/free-powerpoint-templates-design/

Views

Total views

66

On Slideshare

0

From embeds

0

Number of embeds

0

Actions

Downloads

0

Shares

0

Comments

0

Likes

0

×