Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Bahasa masyarakat tionghoa

22,432 views

Published on

  • Login to see the comments

Bahasa masyarakat tionghoa

  1. 1. BAHASA MASYARAKAT TIONGHOA
  2. 2. <ul><li>Secara garis besar, masyarakat tionghoa di Indonesia menggunakan 4 macam bahasa/dialek, yaitu: </li></ul><ul><li>tio chiu </li></ul><ul><li>khek </li></ul><ul><li>hokkian </li></ul><ul><li>mandarin </li></ul>
  3. 3. Bahasa Hakka (khek) <ul><li>secara harafiah berarti &quot;bahasa keluarga tamu&quot;) atau di Indonesia umumnya dipanggil Khek adalah bahasa yang dituturkan oleh orang Hakka yang merupakan suku Han </li></ul><ul><li>Penutur bahasa Hakka di Indonesia banyak terdapat di Aceh , Bangka-Belitung , kupang , kendari , Jawa Kalimantan Barat . </li></ul>
  4. 4. Bahasa tio ciu <ul><li>Bahasa Tiochiu boleh dikatakan adalah dialek Hokkian yang dipengaruhi oleh dialek Kantonis dikarenakan letak geografisnya </li></ul><ul><li>Di Indonesia , terdapat banyak penutur Tiochiu di Pontianak dan Ketapang , Kalimantan Barat ; Jambi , Riau , Kepri dan Sumatera Utara serta Selatan . </li></ul>
  5. 5. Contoh bahasa tio chiu <ul><li>Wa hiok coi pheng iu Khun Tien nang. Pin co oi hiau ta Tio Ciu ue ka. Saya banyak teman orang Pontianak. Jadi bisa bahasa Tio Ciu. </li></ul><ul><li>Le ti ko kai nang la? Co ni han oi hiau ta Tio Ciu ue la? Kamu orang mana? Kok masih bisa ngomong Tio Ciu? </li></ul>
  6. 6. Kosa kata bahasa tio chiu <ul><li>Nenek = ama Kakek = akong </li></ul><ul><li>Ayah = papa Ibu = mama </li></ul><ul><li>Adik perempuan = a lek Adik laki2 = a ti </li></ul><ul><li>Kakak perempuan = cece Kakak laki2 = hia hia </li></ul><ul><li>Kepala = thau Cantik = ngia </li></ul><ul><li>Cakep = sio seng Teman = pheng iu </li></ul><ul><li>Anak = kia Sakit = thia </li></ul><ul><li>Orang gila = siau nang Orang kaya = pu nang </li></ul><ul><li>Anak orang kaya = pu nang kia </li></ul><ul><li>Orang miskin = khiaw nang  </li></ul>
  7. 7. Bahasa Hokkien <ul><li>bahasa Hokkien umumnya dikenal sebagai bahasa ibu (mother tongue) komunitas Tionghoa di Medan , Pekanbaru , Palembang </li></ul><ul><li>Bahasa Indonesia banyak menyerap kata-kata dari bahasa-bahasa Tionghoa . Namun yang paling banyak diserap bukanlah berasal dari bahasa Mandarin namun dari bahasa Hokkien. </li></ul>
  8. 8. Hokkien Medan <ul><li>Hokkien Medan merupakan varian/logat bahasa Hokkien Zhangzhou (Ciangciu) (juga disebut Min Nan di Fujian , Republik Rakyat Cina ) yang digunakan di Medan , Indonesia . Varian </li></ul><ul><li>Medan ini banyak menggunakan kata-kata pinjam dari bahasa Melayu dan Indonesia, misalnya tapi, jamban, sabun (dari portugis dan juga dipakai di Taiwan), mana, pasat (plesetan dari pasar). Bahasa ini biasanya hanya diucapkan saja sehingga tidak ada bentuk tulisan standarnya. </li></ul><ul><li>Bahasa Hokkien di Medan hampir identik dengan Hokkien Penang yang digunakan di Penang , Malaysia . </li></ul>
  9. 9. Hokkien Bagansiapiapi <ul><li>Hokkien Bagansiapiapi merupakan bahasa Hokkien yang masih kental akan logat aslinya, mirip dengan bahasa Taiwan . Dalam penggunaannya, oleh masyarakat setempat jarang dicampur dengan bahasa lokal sehingga masih murni atau dapat dimengerti jika dipakai untuk berkomunikasi dengan orang Taiwan. </li></ul><ul><li>Namun dalam pelafalannya bahasa Hokkien Bagansiapiapi mirip dengan dialek Xiamen dan Kim men (Jin Men) karena sebagian besar leluhur orang Hokkian di Baganisiapiapi berasal dari Distrik Tong An di Xiamen , Provinsi Fujian , Tiongkok Selatan. </li></ul>
  10. 10. Bahasa Kanton atau Yuè <ul><li>Bahasa Kanton merupakan bahasa perdagangan kebanyakan orang-orang Tionghoa yang tinggal di luar negeri - dituturkan oleh hampir 70 juta orang di seluruh dunia, jumlah yang hanya bisa disaingi di luar Cina oleh Bahasa Hokkien yang mempunyai sekitar 40 juta penutur. </li></ul><ul><li>Bahasa Kanton ini juga punya pembicara di kalangan Tionghoa di Indonesia dan Malaysia . Di Indonesia, bahasa Kanton biasa dikenal dengan sebutan bahasa Konghu. </li></ul>
  11. 11. MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT TIONGHOA <ul><li>Masyarakat tionghoa secara alami memiliki naluri berdagang yang cukup tinggi. Hal ini terbukti dari fakta yang ada di kehidupan sehari-hari di mana hampir semua sektor perdagangan di dominasi masyarkat tionghoa. </li></ul><ul><li>Mulai dari material, apotek, elektronik, sembako dll. </li></ul>
  12. 12. . Banyak keturunan tionghoa memiliki perusahaan perusahaan besar dan biasanya merupakan bisnis keluarga, contohnya: <ul><li>Alim Markus , pengusaha, pemilik Maspion Group </li></ul><ul><li>Anne Avantie, perancang busana </li></ul><ul><li>Bob Hasan, pengusaha, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan </li></ul><ul><li>Charles Saerang, pengusaha </li></ul><ul><li>Ciputra, pengusaha </li></ul><ul><li>Eka Tjipta Widjaja, pengusaha, pendiri Sinarmas Group </li></ul><ul><li>Hary Tanoesoedibjo, pengusaha, pendiri Bakti Investama </li></ul><ul><li>Jakob Oetama, pendiri Harian Kompas </li></ul><ul><li>Kwik Kian Gie, ekonom, mantan Menteri Koordinator Ekonomi </li></ul><ul><li>Mari Elka Pangestu, ekonom, Menteri Perdagangan era SBY </li></ul><ul><li>Mochtar Riady, pengusaha, pendiri Grup Lippo </li></ul><ul><li>Oei Tiong Ham, pengusaha, konglomerat pertama di Indonesia </li></ul><ul><li>Oei Wie Gwan, pengusaha rokok, pendiri Djarum </li></ul><ul><li>Robert Budi Hartono, pengusaha, pemilik Djarum </li></ul><ul><li>Tommy Winata, pengusaha, pendiri Artha Graha Group </li></ul><ul><li>William Soeryadjaya, pengusaha, Pendiri Astra International </li></ul>
  13. 13. <ul><li>jika seseorang tionghoa ingin berdagang, maka biasanya keluarganya mendukung penuh hal tersebut dan kegiatan dagang tersebut langsung menjadi bisnis keluarga. </li></ul><ul><li>Masyarakat tionghoa terdahulu mempunyai pemikiran bahwa tidak perlu sekolah tinggu-tinggi, mereka maksimal hanya berpendidikan SMA kemudian melanjutkan berdagang. </li></ul>Etos Kerja

×