Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Biografi martha tilaar

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Biografi martha tilaar

  1. 1. Martha Tilaar Biography Siapa yang tidak mengenal Dr. Martha Tilaar? Seorang pengusaha Indonesia paling terkenal yang bergerak di bidang kosmetika dan jamu dengan nama dagang Sariayu Martha Tilaar. Dilahirkan di kota Kebumen, Jawa Tengah pada tanggal 4 September 1937. Ia menikah dengan Prof, Dr. H.A.R Tilaar dan memiliki empat anak yaitu, Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar, Wulan Tilaar, Kilala Tilaar meskipun awalnya ia pernah divonis mandul. Nenek dari beberapa orang cucu ini adalah sosok wanita yang pantang menyerah. Ketika orang lain mengatakan tidak mungkin, ia tetap mencobanya. Yang penting adalah bukan melihat besarnya hambatan di depan kita, tapi bagaimana kita memecahkan masalah yang ada. Kebetulan, suaminya mendapatkan kesempatan belajar ke luar negeri. Ia pun ikut suaminya dan ia juga kuliah dengan mengambil kuliah kecantikan dan lulus dari Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS. Masa kecil Martha Tilaar tidak begitu indah, bahkan sejak dari kandungan. Ketika mengandung, ibunya kerap mengalami masalah kesehatan seperti tidak mau makan karena mual terus, tidak mau bergerak, dan tidak mau melihat sinar matahari. Ketika masih bayi juga kerap diserang penyakit hingga 13 dokter harus merawatnya. Ketika beranjak remaja, ibunya mengajarkan untuk berjualan kecil- kecilan, menghitung uang, dan memisahkan telur segar dari telur yang busuk. Tak seperti yang ditakutkan ibunya, dia tumbuh menjadi anak yang sehat dan pintar. Pada masa remaja, Martha Tilaar tumbuh menjadi gadis yang tomboy. Meski rumah kakeknya dikelilingi pagar tinggi, tetap saja ia bisa “kabur” untuk bermain layang-layang atau berenang di sungai bersama teman-temannya yang mayoritas seorang laki-laki. Martha Tilaar juga nakal, ia suka mengambil uang ibunya. Suatu hari ibunya, Nyonya Handana, pernah memergokinya. Ibunya berkata jika ingin punya uang yang banyak harus bekerja keras. Sejak saat itu, ia mulai menabung uang jajannya. Uang jajan yang sudah terkumpul digunakan untuk membeli kacang di toko, kemudian ia membungkusnya dan menjualnya
  2. 2. padateman-temannya disekolah. Sejak saat itu pula, bakat kewirausahaannya mulai terlihat. Martha Tilaar sangat gemar berenang sehingga membuat kulitnya tidak terawat dan rambut panjangnya memerah. Di antara saudaranya, Martha Tilaar bisa dikatakan yang paling jelek karena tidak mau merawat diri. Ibunya mengingatkannya “Martha, kau nanti tidak laku, lho. Dan kelak jika kamu sudah lulus dan menjadi seorang guru, kamu harus bisa menjaga penampilan di depan murid-muridmu”. Karena bandel dan tidak mau mendengarkan kata-kata ibunya, ia dipaksa untuk mengikuti les kepada Titi Purwosoenoe. Titi Purwosoenoe adalah seorang ahli kecantikan tradisional di Yogyakarta. Anehnya, sejak mengikuti les kecantikan itu Martha Tilaar tiba-tiba jatuh cinta pada seni berdandan.. Dan wanita kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, ini pun mengaku, "Ibu Titi, guru pertama yang mengajar saya bersolek". Sebelum menikah, Ibu Martha sempat mengajar di SD selama dua tahun. Setelah ia menjadi seorang sarjana pendidikan dari IKIP Jakarta. Sesudah itu, ia menikah dengan Prof. Dr. Henry A. Rudolf Tilaar. Dan sebelum ia ikut suaminya melanjutkan studi di luar negeri, ia sempat mengajar di Alma Maternya selama tiga tahun. Ketika harus mendampingi sang suami Prof Dr. H.A.R. Tilaar di Amerika Serikat, Martha Tilaar juga menuntut ilmu di Academy of Beauty Culture, Indiana, Amerika Serikat.Setelah lulus, ia bekerja selama tiga tahun di Campes Beauty Salon, Universitas Indiana, AS. Kemudian Martha Tilaar membuka salon kecantikan untuk orang-orang Indonesia di sana. Setelah kembali ke Jakarta tahun 1969, ia membuka salon kecantikan. Dimulai dari modal Rp1 juta di saku, hasil menabung selama tinggal dan bekerja di Amerika Serikat, serta sumbangan dari ayahnya,Handana dan adik-adiknya, Ratna dan Bambang. Maka, awal tahun 1970, 3 Januari 1970, berdirilah “Martha’s salon” bertempat di garasi rumah orangtuanya di Jalan Kusumaatmaja No. 47, Menteng, Jakarta Pusat. Meskipun ia mendapat pendidikan dari Amerika, ajaran gurunya yang pertama kali, Titi Poerwosoenoe, masih terngiang. "Saya mesti back to nature ", tutur ibu empat anak ini.
  3. 3. Tahun 1972, ia pun ke Eropa belajar ramu-ramuan. Dikunjunginya pabrik Yves Rocher di Prancis, Mary Quant di Inggris, dan Hartleben di Jerman Barat. Setelah itu, ia kembali ke Indonesia, empat tahun kemudian didirikanlah Martha Griya Salon yang memperkenalkan perawatan kecantikan tradisional berbahan tanaman herbal untuk pertama kalinya. Usaha itu kian berkembang dengan berdirinya pabrik kosmetik PT Sari Ayu, Martha Kosmetika Indonesia, yang diresmikan oleh Ny. Nelly Adam Malik, 22 Desember 1981. Baru berusia dua tahun perusahaan itu berdiri, namun telah berhasil mendapat sebuah penghargaan tertinggi untuk penampilannya pada The First Asian Beauty Congress and Exhibition, Singapura. Ibu Martha sendiri memperoleh Doktor Kehormatan di bidang Fashion Artistry dari The World University Tucson, Arizona, Amerika Serikat, 1984. Dua salon miliknya semakin berkembang pesat. Lima tahun kemudian, Martha Tilaar bekerja sama dengan pemilik Kalbe Group, Theresia Harsini Setiady, untuk mendirikan perusahaan kosmetika dan jamu, PT. Martina Berto. Sariayu Martha Tilaar adalah produk pertama mereka. Tahun 1981, PT. Martina Berto mendirikan pabrik kosmetika pertama di Kawasan Industri Pulo Gadung. Tahun 1983, Martha Tilaar mendirikan PT. Sari Ayu Indonesia sebagai distributor produk kosmetika Sariayu Martha Tilaar. Sampai tahun 1995, PT. Martino Berto berhasil mengakuisisi sejumlah perusahaan seperti PT Kurnia Harapan Raya, PT Cempaka Belkosindo Indah, PT Cedefindo, PT Estrella Lab, dan PT Kreasi Boga. Bahkan pada tahun 1999, Martha Tilaar membeli seluruh saham PT Kalbe Farma yang ada pada PT Martine Berto. Prinsip berbagi yang melandasi bisnis kecantikan Martha Tilaar diwujudkan dalam bentuk pemberdayaan, terutama bagi perempuan. Grup usaha Martha Tilaar ini memayungi 11 anak perusahaan dan mempekerjakan sekitar 6.000 karyawan, 70% diantaranya adalah perempuan. Tak sedikit di antara kaum hawa ini yang mendapatkan kesempatan belajar dan sekolah cuma-cuma untuk
  4. 4. mengembangkan dirinya. Mulai pekerja di ranah rumah tangganya hingga ahli seperti peneliti di perusahaannya. Martha tak sungkan mengirim peneliti belajaretnobotany ke Perancis dan medical antropology di Leiden, Belanda. "Pendekatan sains dibutuhkan untuk mengembangkan produk lokal," katanya. Satu lagi kunci sukses bisnis Martha Tilaar, fokus pada satu bidang, yakni kecantikan. "Saya mulai bisnis dari salon, lalu sekolah, pabrik, distribusi yang semuanya bergerak di bidang kecantikan.” Di tengah kesuksesan bisnisnya, Martha Tilaar sempat terpukul karena divonis mandul oleh dokter. Sudah belasan tahun menikah, Martha Tilaar belum juga diberi keturunan. Tapi Martha Tilaar tak menyerah, untungnya neneknya yang ahli jamu bisa mengobati kemandulannya dengan jejamuan. Hasilnya luar biasa, berkat kuasa Tuhan Martha Tilaar bisa hamil dalam usianya yang sudah menginjak kepala empat. Usianya ketika itu sudah 42 tahun, namun Martha Tilaar bisa melahirkan anak pertamanya. Bukan hanya satu, akhirnya Martha Tilaar bisa memiliki empat anak. Kebahagian keluarganya dilengkapi dengan kesuksesan bisnis kosmetika dan jamu yang sudah mati-matian dijalaninya. Baru-baru ini, DR. Martha Tilaar diberikan penghargaan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon pada UN Global Compact Leaders Summit di New York karena menjalankan perusahaan yang memiliki program meliputi 10 prinsip Global Compact etika, seperti hak asasi manusia, tenaga kerja, konservasi pengendapan, dan anti- korupsi sejalan dengan delapan tujuan pembangunan millennium.

×