Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Elektrokimia dan redoks

516 views

Published on

KEL6

Published in: Education
  • Login to see the comments

Elektrokimia dan redoks

  1. 1. Oleh : Ahmad Ropiyanto Argha Phandu M.N Putri Yuni Wulansari Wahyu Sara Maria
  2. 2. Elektroda • Elektroda terbagi menjadi dua jenis yaitu anoda dan katoda • Setengah reaksi oksidasi terjadi di anoda. Elektron diberikan oleh senyawa teroksidasi (zat pereduksi) dan meninggalkan sel melalui anoda • Setengah reaksi reduksi terjadi di katoda. Elektron diambil oleh senyawa tereduksi (zat pengoksidasi) dan masuk sel melalui katoda
  3. 3. Potensial Elektroda Standar (E ˚ ½ sel) • Potensial elektroda standar adalah potensial yang terkait dengan setengah reaksi yang ada (wadah elektroda) • Menurut kesepakatan potensial elektroda standar selalu ditulis dalam setengah reaksi reduksi • Bentuk teroksidasi + ne bentuk tereduksi E ˚ ½ sel • Potensial elektroda standar seperti halnya besaran termodinamika dapat dibalik dengan mengubah tandanya • E ˚ sel = E ˚ katoda – E ˚anoda
  4. 4. Notasi Sel • Sel Volta dinotasikan dengan cara yang telah disepakati (untuk sel Zn/Cu2+) Zn(s)|Zn2+(aq)║Cu2+(aq)|Cu(s) • Bagian anoda (setengah sel oksidasi) dituliskan disebelah kiri bagian katoda • Garis lurus menunjukkan batas fasa yaitu adanya fasa yang berbeda (aqueous vs solid) jika fasanya sama maka digunakan tanda koma • Untuk elektroda yang tidak bereaksi ditulis dalam notasi diujung kiri dan ujung kanan
  5. 5. SEL ELEKTROLISIS Elektrolisis adalah proses penguraian elektrolit oleh arus listrik searah dalam bentuk larutan maupun leburannya. • Aliran listrik ≈ aliran elektron • 1 Faraday (1F) = 1 mol elektro = 96500 coulomb • Arus i sebesar 1 ampere mengalir selama t detik, muatannya it coulomb • Mol elektron = it mol 96500
  6. 6. Korosi adalah Peristiwa perusakan atau degradasi material logam akibat bereaksi secara kimia dengan lingkungan Korosi dapat terjadi karena: -- Karakteristik dari logam yang memberikan elektron. -- Adanya reaksi oksidasi dan reduksi yang disebakan oleh electron tersebut. Laju korosi dipengaruhi oleh: -- Suhu -- Konsentrasi dari reaktan dan produk -- mechanical stress & erosion -- the energy state of the metal
  7. 7. Contoh: Korosi dari logam yang disebabkan oleh air pada umumnya merupakan hasil dari reaksi kimia dimana permukaan logam teroksidasi membentuk iron oxide (rust).
  8. 8. Korosi merupakan proses oksidasi yang terjadi pada suhu yang rendah Korosi merupakan proses elektrokimia Adanya kontak secara kimia dan elektrik antara o Anode, electrode pada sel elektrolit yang memberikan elektron. o Cathode, electrode pada sel elektrolit yang menerima elektron
  9. 9. • Uniform or general attack corrosion • Galvanic or two-metal corrosion • Pitting corrosion • Crevice corrosion • Intergranular corrosion • Stress corrosion • Erosion corrosion • Selective leaching or dealloying

×