Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kepala wajah dan leher

pemeriksaan fisik

  • Be the first to comment

Kepala wajah dan leher

  1. 1. Ns. WIDYAWATI, S.Kep, M.Kes
  2. 2. Pemeriksaan Kepala a. Inspeksi : Bentuk kepala ( dolicephalus/ lonjong, Brakhiocephalus/ bulat ), kesimetrisan, dan pergerakan. Adakah hirochepalus/ pembesaran kepala. b. Palpasi : Nyeri tekan, fontanella cekung / tidak ( pada bayi ).
  3. 3. Pemeriksaan wajah Pemeriksaan Mata Inspeksi : Kelengkapan dan kesimetrisan mata Adakah eksoftalmus ( mata menonjol ), atau Enofthalmus (mata tenggelam ) Kelopak mata / palpebra : adakah oedem, ptosis, peradangan, luka, atau benjolan Bulu mata : rontok atau tidak
  4. 4. Konjunctiva dan sclera, adakah perubahan warna, kemerahan ,kuning atau pucat. Warna iris serta reaksi pupil terhadap cahaya, miosis /mengecil, midriasis/ melebar, pin point / kecil sekali, nomalnya isokor / pupil sama besar.
  5. 5. Kornea, warna merah biasanya karena peradangan, warna putih atau abu-abu di tepi kornea ( arcus senilis ), warna biru, hijau pengaruh ras. Amati kedudukan kornea, Nigtasmus : gerakan ritmis bola mata Strabismus konvergent : kornea lebih dekat ke sudut mata medial Strabismus devergent : Klien mengeluh melihat doble, karena kelumpuhan otot.
  6. 6. strabismus
  7. 7. Pemeriksaan Visus jarak 5-6 m dengan snellen card periksa visus OD / OS 5/5 atau 6/6 = normal OD (Optik Dekstra/ka): 5/5 Berarti : pada jarak 5 m, mata masih bisa melihat huruf yang seharusnya dapat dilihat/dibaca pada jarak 5 m OS (Optik Sinistra/ki) : 5/2 Berarti : pada jarak 5 m, mata masih dapat melihat/membaca yang seharusnya di baca pada jarak 2 m.
  8. 8. Snellen Chart
  9. 9. Pemeriksaan lapang pandang Haemianoxia : klien tidak dapat melihat separoh dari medan penglihatan Haemoxia : Klien tidak dapat melihat seperempat dari lapang penglihatan Pemeriksaan tekanan bola mata Dengan mengunakan tonometri atau palpasi bola mata untuk mengetahui adanya nyeri tekan atau konsistensi bola mata.
  10. 10. Kelainan pada mata Alergi Mata Astigmatisme Conjungtivitis Glaucoma
  11. 11. Esotropia (juling) Ptosis Retinoblastoma blepharitis radang kelopak mata Katarak Scleritis
  12. 12. Pemeriksaan telinga a. Inspeksi dan palpasi Amati bagian telinga luar: bentuk, ukuran, warna, lesi, nyeri tekan, adakah peradangan, penumpukan serumen. Dengan otoskop periksa amati, warna, bentuk, transparansi, perdarahan, dan perforasi.
  13. 13. Uji kemampuan kepekaan telinga : dengan bisikan pada jarak 4,5 – 6 m untuk menguji kemampuan pendengaran telinga kiri dan kanan dengan arloji dengan jarak 30 Cm, bandingkan kemampuan mendengar telinga kanan dan kiri
  14. 14. uji weber: mengetahui keseimbangan konduksi suara yang didengar klien, normalnya klien mendengar seimbang antara kanan dan kiri
  15. 15. uji rinne: untuk membandingkan kemampuan pendengaran antara konduksi tulang dan konduksi udara, normalnya klien mampu mendengarkan suara garpu tala dari kondusi udara setelah suara dari kondusi tulang
  16. 16. uji swabach: untuk membandingkan kemampuan hantaran konduksi udara antara pemeriksa dan klien, dengan syarat pendengaran pemeriksa normal.
  17. 17. Pemeriksaan hidung Inspeksi dan palpasi Amati bentuk tulang hidung dan posis septum nasi ( adakah pembengkokan atau tidak ) Amati meatus, adakah perdarahan, kotoran, pembengkakan, mukosa hidung, adakah pembesaran ( polip )
  18. 18. Pemeriksaan Mulut dan Faring Inspeksi dan Palpasi Amati bibir, untuk mengetahui kelainan konginetal ( labioseisis, palatoseisis, atau labiopalatoseisis ), warna bibir pucat, atau merah ,adakah lesi dan massa. Amati gigi ,gusi, dan lidah, adakah caries, kotoran, kelengkapan, gigi palsu, gingivitis,warna lidah, perdarahan dan abses. Amati orofaring atau rongga mulut, bau mulut, uvula simetris atau tidak
  19. 19. eslag Beslag
  20. 20. Adakah pembesaran tonsil T : 0, Sudah dioperasi, T : 1, Ukuran normal T : 2, Pembesaran tonsil tidak sampai garis tengah T : 3, Pembesaran sampai garis tengah T : 4 , Pembesaran melewati garis tengah Perhatikan suara klien ada perubahan atau tidak Perhatikan adakah lendir dan benda asing atau tidak
  21. 21. Pemeriksaan wajah Inspeksi : Perhatikan ekspresi wajah Warna dan kondisi wajah Struktur wajah: sembab atau tidak, ada kelumpuhan otot-otot fasialis atau tidak.
  22. 22. Pemeriksaan leher Inspeksi dan palpasi : Bentuk leher : simetris atau tidak ektomorf / kurus : gizi jelek, atau TBC endomorf : obesitas, adakah peradangan, jaringan parut, perubahan warna, dan massa Kelenjar tiroid : ada pembesaran atau tidak dengan meraba pada suprasternal pada saat klien menelan normalnya tidak teraba kecuali pada orang kurus
  23. 23. Pembesaran kelenjar tyroid
  24. 24. Palpasi kelenjar tiroid

×